Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya meminta kepolisian mengusut tuntas dugaan pungutan liar (pungli) dengan modus menawarkan lowongan kerja (loker) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Eri tidak ingin penanganan kasus tersebut hanya berhenti pada dua tenaga harian lepas (THL) berinisial ARC dan F yang sebelumnya telah diberhentikan karena diduga terlibat dalam penipuan loker.
Ia meminta polisi menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas, termasuk jika terdapat keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pejabat Pemkot Surabaya.
“Tapi saya berharap nanti kalau ada pemeriksaan di kepolisian gitu bisa, udah bongkar lah sampai atas-atas ini siapa sebenarnya sih. Yang bawa siapa sih,” ungkapnya.
Ia memastikan langsung memberikan sanksi tertinggi berupa pemecatan.
“Saya pastikan kalau ada atasan terlibat dan itu ASN, saya pecat. Sudah. Saya pastikan saya pecat. Sampai di atas pun, ya saya pecat. Apakah itu nanti di level Kepala Dinas, di level Asisten, di level Sekda, apa di levelnya Kabid, ya saya pecat kalau terbukti ini,” paparnya.
Selain menyerahkan penyelidikan kepolisian pascakorban melapor, ia juga minta inspektorat melakukan penelusuran internal.
“Inspektorat bergerak internal ya,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Eri sedang mendalami sepuluh laporan pungutan liar dengan modus menawarkan lowongan kerja (loker).
Laporan ini menyusul setelah terungkapnya dua oknum tenaga harian lepas (THL) di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) inisial ARC dan F, yang diduga mencatut nama pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk modus penipuan loker. (lta/saf/ipg)




