jpnn.com, JAKARTA - Petugas Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Sumalindo Hutani Jaya II menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di SMA Negeri 02 Marang Kayu Filial Desa Santan Ulu, Kamis (6/8).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan dalam mendukung pencegahan Karhutla sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan serta pentingnya melakukan langkah pencegahan sejak dini.
BACA JUGA: Gencarkan Pencegahan Karhutla, Sumalindo Hutani Jaya Diganjar 2 PenghargaanÂ
"Para pelajar mendapatkan penjelasan mengenai penyebab dan dampak Karhutla serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran," kata salah seorang guru SMA Negeri 02 Marang Kayu Filial Desa Santan Ulu, Rabu (12/8).
Melalui edukasi tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman tentang pencegahan Karhutla, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dengan menyampaikan informasi yang diperoleh kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan sekitarnya.
BACA JUGA: Forkopimda Riau Lakukan Patroli Udara, Memitigasi, dan Akselerasi Pemadaman Karhutla
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi pemadaman kebakaran.
Petugas RPK memberikan pemahaman dan praktik kepada siswa mengenai tindakan awal yang perlu dilakukan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran.
BACA JUGA: Karhutla di Lahan Kertapati Palembang Berhasil Dipadamkan
Sosialisasi juga mengenalkan berbagai upaya pencegahan Karhutla yang dilakukan perusahaan, salah satunya melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).
Program tersebut mendorong masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan mengembangkan metode pembukaan lahan yang lebih aman.
Selain berorientasi pada pencegahan kebakaran, program DMPA juga mencakup pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan di bidang pertanian, perikanan, peternakan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar wilayah konsesi perusahaan.
Pihak SMA Negeri 02 Marang Kayu Filial Desa Santan Ulu mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi dan simulasi tersebut.
Kegiatan dinilai memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman praktik kepada para siswa dalam memahami bahaya Karhutla dan tindakan yang perlu dilakukan saat menghadapi kebakaran.
“Melalui kegiatan ini, siswa-siswi kami menjadi tahu bagaimana cara melakukan pemadaman Karhutla. Kegiatan ini memberikan manfaat positif bagi sekolah, khususnya dalam membangun kesadaran siswa-siswi terhadap pencegahan Karhutla,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan dapat menjadi pelopor pencegahan Karhutla di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Edukasi sejak dini juga diharapkan mampu membentuk kepedulian terhadap lingkungan serta mendorong masyarakat menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara pihak sekolah dan perusahaan.
Pihak sekolah menyambut baik keberlanjutan kegiatan edukasi, khususnya terkait lingkungan, pencegahan Karhutla, dan keselamatan yang dapat memberikan manfaat bagi siswa maupun masyarakat sekitar.(esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Soal Kapolda-Kapolres Dicopot Akibat Karhutla, Istana: Belum Sampai ke Sana
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad




