Ringkasan Berita:
- Kandang ternak milik warga Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Gresik, terbakar pada Rabu (12/8/2026) dini hari.
- Kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah sisa rumput ternak yang apinya menjalar ke kandang.
- Satu ekor sapi dan enam ekor kambing yang berada di dalam kandang hangus terbakar.
- Damkar Gresik mengerahkan delapan personel, satu unit mobil damkar, dan satu unit suplai air untuk memadamkan api.
Gresik (beritajatim.com) – Kebakaran terjadi di sebuah kandang ternak milik Umiyah (60), warga Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Rabu (12/8/2026) dini hari. Api berkobar dengan cepat dan menghanguskan kandang beserta sejumlah hewan ternak di dalamnya.
Kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah sisa rumput ternak. Saat kejadian berlangsung, pemilik rumah diketahui sudah tertidur sehingga tidak mengetahui api mulai membesar.
Api pertama kali diketahui oleh Rosyid, tetangga pemilik rumah. Ia melihat kobaran api muncul dari area kandang dan dengan cepat melalap bangunan tersebut.
Sejumlah hewan ternak yang berada di dalam kandang turut menjadi korban. Satu ekor sapi dan enam ekor kambing dilaporkan hangus terbakar dalam kejadian tersebut.
“Ada satu ekor sapi dan enam ekor kambing di dalam kandang turut hangus terbakar usai dilalap api,” ujar Rosyid, Rabu (12/8/2026).
Melihat api semakin membesar, Rosyid langsung menghubungi call center 112 untuk meminta bantuan. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Dukun.
Menerima informasi kebakaran, personel Damkar Dukun segera bersiap dan berangkat menuju lokasi dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.
Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan size up untuk memastikan kondisi dan tingkat risiko kebakaran. Setelah situasi dipastikan aman untuk dilakukan penanganan, personel langsung melakukan upaya pemadaman.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik, Suyono, mengatakan delapan personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Petugas juga membawa satu unit mobil damkar dan satu unit suplai air.
“Sebanyak delapan personel dikerahkan memadamkan api yang menghanguskan kandang ternak. Selain itu, juga dikerahkan satu unit mobil damkar dan satu unit suplai air,” ujar Suyono.
Petugas berjibaku memadamkan api yang membakar area kandang. Setelah api berhasil dikendalikan dan proses pemadaman dinyatakan selesai, personel menghimpun data serta memastikan kondisi di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya api kembali.
Setelah seluruh rangkaian penanganan selesai, personel Damkar Dukun kemudian bersiap dan kembali menuju pos.
Damkar Gresik mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan, termasuk sisa rumput ternak. Pembakaran yang tidak diawasi berpotensi memicu kebakaran apabila api menjalar ke bangunan atau material yang mudah terbakar.
Masyarakat juga diminta memastikan api benar-benar padam setelah melakukan pembakaran sampah. Langkah tersebut penting untuk mencegah bara api kembali menyala dan memicu kebakaran, terutama di sekitar kandang ternak maupun permukiman warga. [dny/beq]




