Penampakan Tumpukan Sampah di TPS Liar Cilincing Jakut, Bau Busuk Menyengat

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Tumpukan sampah terlihat memenuhi area di sekitar tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Jalan Reformasi, Rawa Malang, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (12/8/2026)

JAKARTA, KOMPAS.com - Tumpukan sampah terlihat memenuhi area di sekitar tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Jalan Reformasi, Rawa Malang, Cilincing, Jakarta Utara.

Pengamatan Kompas.com di lokasi pada Rabu (12/8/2026), sampah tampak menumpuk di lahan terbuka dan membentang di lahan yang cukup luas.

Tumpukan sampah didominasi kantong-kantong berukuran besar.

Sampah terlihat menggunung di beberapa bagian area, terutama di dalam area lahan.

Sejumlah orang tampak beraktivitas di antara tumpukan sampah tersebut.

Baca juga: 2 Biodigester Bakal Dibangun di Jakut, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari

Tak hanya itu, sejumlah kendaraan truk terlihat hilir mudik dari area lahan penumpukan sampah.

Bau busuk sampah tercium menyengat di sekitar lokasi penumpukan sampah.

Di beberapa tumpukan sampah, lalat-lalat juga tampak berkerumun.

KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Tumpukan sampah terlihat memenuhi area di sekitar tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Jalan Reformasi, Rawa Malang, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (12/8/2026)

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menyebut kawasan seluas 5,8 hektar di Jalan Reformasi tersebut diduga telah dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah liar sejak sekitar 2000.

Namun, warga setempat mengeklaim aktivitas di lokasi bukan berupa penampungan sampah, melainkan pemilahan sampah.

Dadan (53), warga yang beraktivitas di lokasi tumpukan sampah mengatakan, warga secara swadaya memiliki fasilitas yang diklaim sebagai Refuse-Derived Fuel (RDF).

“RDF ini punya kita bersama. Punya warga sini, punya bersama. Jadi, kita sama-sama untuk mendaur ulang sampah-sampah yang sisa residu yang enggak ada nilainya, nilai ekonomisnya itu, kita swadaya masyarakat buat beli mesin ini, Pak,” ucap dia kepada Kompas.com di lokasi, Rabu.

Baca juga: Pramono Denda Rp 5 Juta Pelaku Usaha Pembuang Sampah Sembarangan: Kalau Diulangi, Akan Ditutup

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, proses yang diklaim sebagai RDF tersebut merupakan dua mesin pecacah konvensional.

Sampah yang sebelumnya tertumpuk dalam kantong plastik hitam akan dimasukkan warga ke dalam mesin tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Hasilnya berupa tumpukan sampah yang baru dicacah kasar dan masih lembap, kotor, tercampur, dan disimpan di dalam karung di area lantai yang basah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Didakwa Perkaya Diri Rp 93,6 Miliar, Mantan Stafus Eks Menag: Ini Kezaliman
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
FULL! Utang Jumbo Kopdes, Dicicil APBN Rp40 Triliun | Business Talk
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Rabu Sore, Rupiah Ditutup ke Level Rp17.877/USD
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Warga Paseban Sulap Sampah Plastik Jadi Cuan
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
254 Orang Meninggal Akibat Gempa Kolombia, Wilayah Terpencil Masih Kesulitan Dapat Bantuan
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.