Penganugerahan Gelar, Tanda Jasa, dan Kehormatan Dilaksanakan Sepekan usai HUT ke-81 RI

idxchannel.com
15 jam lalu
Cover Berita

Penganugerahan gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan negara akan digelar sekitar satu pekan setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Penganugerahan Gelar, Tanda Jasa, dan Kehormatan Dilaksanakan Sepekan usai HUT ke-81 RI. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan penganugerahan gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan negara akan digelar sekitar satu pekan setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Prasetyo mengatakan, agenda tersebut saat ini masih dalam tahap finalisasi, termasuk menentukan tokoh-tokoh yang akan menerima penghargaan.

Baca Juga:
Istana Mulai Gelar Persiapan Upacara Detik-detik Proklamasi Ke-81 RI

“Direncanakan satu minggu setelah peringatan Detik-Detik Proklamasi,” kata Prasetyo kepada awak media di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Prasetyo menerangkan, penerima penghargaan tahun ini akan berasal dari berbagai latar belakang. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto telah beberapa kali berdiskusi mengenai calon penerima tanda jasa dan gelar tersebut.

Baca Juga:
Begini Suasana Persiapan Upacara HUT RI Ke-81 di Monas

“Belum, sedang kita finalisasi tapi kami pastikan bahwa akan banyak sekali variasinya,” ujarnya.

Baca Juga:
Undangan Upacara HUT ke-81 RI Mulai Diantar ke Presiden dan Wapres Terdahulu

Prasetyo juga menuturkan, salah satu kategori yang masuk dalam pertimbangan ialah individu yang memiliki kontribusi besar di bidang teknologi hingga menghasilkan paten yang diakui secara internasional.

“Kami juga sudah beberapa kali berdiskusi dengan Bapak Presiden ya jadi banyak individu-individu yang menurut tim tanda jasa dan gelar itu yang kita anggap layak juga untuk kita berikan penghargaan-penghargaan,” katanya.

“Seperti misalnya individu-individu yang mengabdikan diri di bidang teknologi sehingga sampai memiliki paten-paten teknologi yang itu diakui di dunia internasional, itu juga salah satu yang masuk di dalam daftar,” kata dia.

Ketika ditanya apakah jumlah penerima penghargaan tahun ini akan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, Prasetyo mengatakan jumlahnya belum ditetapkan. “Kalau secara jumlah belum, belum mengerucut,” ujarnya.

Dia menegaskan penghargaan tersebut tidak hanya ditujukan kepada peneliti atau tokoh dari bidang tertentu. Menurutnya, hampir seluruh unsur berpotensi masuk dalam daftar penerima sepanjang memenuhi kriteria dan memiliki prestasi yang dinilai layak.

“Hampir, hampir semuanya," kata Prasetyo.

Prasetyo menjelaskan, ada sejumlah menteri. Namun, dia menekankan pemberian tanda kehormatan tidak didasarkan pada apakah seseorang pernah atau belum pernah menerima penghargaan sebelumnya, melainkan pada prestasi dan pengabdiannya.

“Ya ada beberapa, ada beberapa yang belum pernah, tapi kan pendekatannya bukan belum pernah atau tidak pernah ya, tetapi prestasi apa yang kemudian dianggap layak untuk menerima tanda kehormatan dari negara,” ujarnya.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penjualan Motor Juli 2026 Melonjak 23,4 Persen, Ekspor Naik 31,3 Persen
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Maluku Pamerkan Tenun, Pangan Lokal, dan Seni Budaya di Discover Nusantara 2026
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Younghoon THE BOYZ Lanjutkan Karier Akting Bersama Agensi Namoo Actors
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Merangkai Kepingan Kasus Kematian Sutrimo
• 46 menit laluliputan6.com
thumb
Pemkot Makassar Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran dan Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat
• 11 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.