HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar memastikan kehadirannya secara aktif dalam membantu korban kebakaran yang terjadi di beberapa kawasan permukiman padat penduduk. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah bergerak bersama sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan warga terdampak.
Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) lingkup Pemkot Makassar turut berperan dengan menggalang donasi dari aparatur sipil negara. Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa makanan, melainkan juga terpal, pakaian dalam, sandal, perlengkapan mandi, dan susu untuk anak-anak korban kebakaran. Pada penyaluran pertama, sebanyak 100 dos susu UHT telah diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.
Munafri menjelaskan, “Setiap SKPD sudah bergerak sesuai dengan tupoksinya masing-masing untuk membantu masyarakat yang terdampak kebakaran. Termasuk memberikan santunan dan bantuan lainnya.” Ia menambahkan bahwa kebutuhan dasar warga tidak hanya dipenuhi saat musibah terjadi, tetapi juga melalui koordinasi lintas perangkat daerah agar bantuan tepat sasaran.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, musim kemarau dan cuaca panas ekstrem menyebabkan peningkatan risiko kebakaran. Awal Agustus lalu, kebakaran besar menghanguskan puluhan rumah di kawasan Jalan Sultan Abdullah, Kecamatan Tallo, serta di Jalan Kandea, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala.
Munafri mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dalam penggunaan listrik dan peralatan rumah tangga. “Memang kondisi seperti ini memungkinkan bisa terjadi. Tetapi yang harus kita pastikan adalah mencegah. Selalu saya sampaikan di mana pun, kita harus menjaga kewaspadaan,” katanya.
Wali Kota juga mengimbau warga untuk tidak membiarkan kabel atau perangkat pengisi daya tetap terhubung ke sumber listrik saat tidak digunakan, serta memeriksa stop kontak dan peralatan listrik secara berkala. Selain itu, kewaspadaan saat menggunakan kompor dan tabung gas juga perlu ditingkatkan.
“Hal-hal yang gampang dan mudah terbakar itu harus kita antisipasi dan kontrol,” jelas Munafri.
Pemerintah Kota memastikan kesiapsiagaan layanan pemadam kebakaran tetap menjadi prioritas, dengan petugas yang standby 24 jam dan siap merespons laporan kebakaran dengan cepat. Menurut Munafri, kecepatan respons sangat penting untuk mencegah api meluas dan meminimalisasi kerugian.
Setelah kebakaran terjadi, Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama jajaran pemerintah di tingkat wilayah seperti camat dan lurah, diminta memberikan dukungan maksimal kepada korban. Munafri menegaskan bahwa upaya terbaik adalah mencegah agar kebakaran tidak terjadi sehingga potensi korban dan kerugian dapat diminimalisasi.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap mawas diri, antisipasi segala kemungkinan di sekitar rumah kita sendiri,” pungkasnya, menegaskan komitmen Pemkot Makassar dalam melindungi dan melayani masyarakat terutama di masa darurat akibat kebakaran. (*)





