Berkat Beasiswa Pemprov Jateng, Santri Ini Bisa Kuliah Kedokteran Gigi

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta - Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka peluang baru bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih cita-cita.

Program tersebut tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan kuliah, tetapi juga menjadi upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) santri agar mampu berkiprah di berbagai bidang keilmuan.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Aqila Keisha Haulina, santri asal Kudus yang kini berkesempatan menempuh pendidikan di Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Aqila memiliki latar belakang pendidikan pesantren yang kuat. Ia sebelumnya menempuh pendidikan di MTs Tahfidz Yanbu'ul Qur'an 2 Muria, kemudian melanjutkan ke Madrasah Aliyah (MA) Mu'allimat NU Kudus.

Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi sempat menghadapi tantangan, terutama terkait biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Namun, hadirnya program beasiswa santri dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan harapan baru bagi Aqila untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan cita-citanya.

Sebelum dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa, Aqila mengikuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, membaca kitab, hafalan Al-Qur'an, wawasan kebangsaan, hingga wawasan pesantren.

Melalui beasiswa tersebut, Aqila tidak hanya mendapatkan dukungan dalam pembiayaan kuliah, tetapi juga dapat membantu meringankan beban ekonomi orang tuanya.

Sejak kecil, Aqila memiliki cita-cita untuk menjadi tenaga medis. Ia berharap kelak dapat menjadi dokter gigi yang tidak hanya memiliki kemampuan profesional, tetapi juga menjunjung nilai agama, integritas, dan rasa kemanusiaan.

"Saya berharap bisa menjadi dokter gigi yang adil, yang sungguh-sungguh, dan tidak melupakan ajaran agama yang sudah saya bawa sebelumnya dengan tetap menerapkan sisi kemanusiaan," ujarnya dalam keterangan tertulis Pemprov Jateng, Rabu (12/8/2026).

Aqila juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program beasiswa tersebut. Ia berharap program ini dapat terus dikembangkan dengan memperluas cakupan jurusan dan menambah jumlah penerima manfaat.

Sebagai bentuk komitmen setelah menyelesaikan pendidikan, Aqila berencana mengabdikan ilmu yang diperolehnya di Pondok Pesantren El Fat El Islami Kudus. Ia juga mengajak para santri di Indonesia agar tidak ragu memiliki cita-cita tinggi di berbagai bidang.

Selain Aqila, penerima beasiswa santri lainnya, Akhmad Khafidz Al Mubarok, juga merasakan manfaat program tersebut. Ia mendapatkan kesempatan melanjutkan kuliah jenjang S1 bidang Saintek di Dalian University of Technology, China.

"Sangat bahagia karena bisa membantu perekonomian orang tua. Pilih jurusan computer science and technology karena dari kecil sudah minat dan ingin mendalaminya di salah satu pusat teknologi yaitu China," katanya.

Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren merupakan bagian dari program Pesantren Obah yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Beasiswa tersebut disalurkan melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), mencakup jenjang pendidikan S1, S2, hingga S3 di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Total hibah beasiswa yang diberikan pada 2026 mencapai Rp8,34 miliar.

Pada tahun ini, terdapat 73 penerima beasiswa yang terdiri dari 15 penerima beasiswa luar negeri, 27 santri penerima beasiswa dalam negeri, dan 31 pengasuh penerima beasiswa dalam negeri.

Penerima beasiswa luar negeri terdiri dari tiga santri bidang saintek ke China, delapan santri ke Mesir yang terdiri dari satu orang bidang kedokteran Al-Azhar dan tujuh orang bidang keislaman Al-Azhar, tiga santri ke Al-Ahqof Yaman, serta satu santri mengikuti program double degree.

Program tersebut dirancang agar santri memiliki nilai tambah dengan tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga berbagai bidang lain seperti kedokteran, sains, dan teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berharap para santri memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan potensi dan mengejar cita-cita.

"Saya ngasih beasiswa ke kelompok mahasiswa itu biasa, tetapi santri ini luar biasa karena mempunyai nilai lebih dari yang bukan santri, santri diajarkan tentang toleransi beragama dan apapun tentang aturan kebenaran," kata Luthfi.

Ia menambahkan, program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren harus terus dikembangkan dan menjadi contoh yang dapat diterapkan secara lebih luas.

"Program ini harus dijadikan role model, sehingga tidak hanya provinsi yang bergerak, tetapi kabupaten/kota nanti kita ikut sertakan, sehingga pemberdayaan pesantren ini bisa menyeluruh," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melakukan penandatanganan kesepahaman bersama dengan 24 Ma'had Aly atau pendidikan tinggi yang berada di lingkungan pondok pesantren.




(prf/ega)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh, Mendagri Tito Minta Forkopimda Sumatera Perkuat Sinergi
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
IKASTRI Trisakti Sambut Kepengurusan Periode Baru
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemensos dan Pemda Percepat Penyediaan Lahan Sekolah Rakyat
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Antisipasi Gangguan di Tempat Wisata, Polda Jatim Temukan Sejumlah Titik yang Perlu Dibenahi
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Polda Metro Jaya Gelar Ekshumasi Sutrimo, Cari Penyebab Kematian
• 12 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.