Kerahkan Water Canon Aliri 1.000 Hektare Sawah

harianfajar
10 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, SIDRAP – Kemarau panjang membuat sekitar 1.000 hektare lahan persawahan di Desa Kanie’e, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, kekurangan pasokan air. Tanaman padi di sejumlah petak bahkan mulai berubah warna dan terancam gagal panen.

Kondisi itu terjadi setelah petani lebih dari sebulan tidak mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah mereka. Di tengah ancaman tersebut, Polres Sidrap bersama Batalyon B Sat Brimob Polda Sulsel mengerahkan satu unit mobil water cannon untuk menyuplai air ke persawahan warga.

Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yudha mengatakan, bantuan ini dilakukan sebagai respon terhadap kekeringan yang melanda lahan pertanian warga. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan kemarau panjang akibat fenomena El Nino.

“Jadi pada sore hari ini, kami dari Kepolisian, dalam hal ini adalah Polres Sidrap, bersama-sama dengan Batalyon B Sat Brimob Polda Sulawesi Selatan, kami melaksanakan perbantuan kepada para petani yang ada di Kabupaten Sidrap,” kata Indra.

Lebih lanjut dia menyampaikan, bantuan tersebut difokuskan ke sejumlah petak sawah yang ada di sana. Air dari mobil water cannon disalurkan langsung ke lahan pertanian untuk mempertahankan tanaman padi hingga masa panen.

“Hal ini dimaksud yaitu, kita tahu bersama bahwa saat ini sedang terjadi musim kemarau panjang El Niño, yang mana bisa menyebabkan gagal panen,” lanjutnya.

Indra mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah titik persawahan yang sudah berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Tanaman padi di beberapa petak mulai berubah warna karena tidak mendapatkan pasokan air. “Di lokasi ini, kita melihat bersama bahwa ada beberapa titik petak sawah yang itu terancam gagal panen,” imbuhnya.

Kekhawatiran tersebut semakin besar karena petani telah lebih dari satu bulan tidak memperoleh pasokan air. Sementara itu, tanaman padi masih membutuhkan air karena masa tanam diperkirakan baru akan berakhir sekitar satu bulan lagi.

“Sudah satu bulan lebih lamanya para petani tidak mendapatkan pasokan air, dan ini bisa menyebabkan gagal panen. Sedangkan sisa masa tanam kurang lebih tinggal satu bulan lagi, 30 hari lagi,” jelas dia.

Kata dia, perubahan kondisi tanaman sudah terlihat secara kasat mata. Beberapa petak sawah yang sebelumnya ditanami padi mulai menunjukkan perubahan warna akibat kekurangan air. “Kita melihat sudah ada beberapa petak sawah itu yang sudah berubah warnanya, itu terancam gagal panen,” sambung Indra.

Sementara Kepala Desa Kanie’e, Abdul Majid menyatakan, luas lahan pertanian yang terdampak kemarau di wilayahnya mencapai sekitar 1.000 hektare. Kondisi kekurangan air tersebut membuat petani harus berupaya keras mempertahankan tanaman yang telah mereka tanam. “Ada 1.000 hektar,” singkatnya.

Menurutnya, petani sebenarnya tidak tinggal diam menghadapi kekeringan. Sejumlah bantuan pompa telah dimanfaatkan dan dibagikan kepada kelompok tani untuk membantu memenuhi kebutuhan air di persawahan.

Namun, persoalan muncul ketika sumber air di sejumlah lokasi mulai tidak tersedia. Kondisi itu membuat pompa yang digunakan petani tidak lagi mampu menjadi solusi untuk seluruh lahan.

“Bantuan pompa yang masuk, otomatis masyarakat sudah berupaya untuk menghasilkan. Karena bantuan yang ada sudah dibagikan sesama kelompok, permasalahannya ada sebagian sudah tidak ada airnya. Karena sudah musim kemarau,” jelasnya.

Majid bahkan memastikan ancaman gagal panen menjadi sangat nyata jika tidak ada tambahan pasokan air. Karena itu, bantuan mobil water cannon dari kepolisian dinilai sangat berarti bagi para petani.

“Jadi memang kalau tidak ada bantuan air seperti ini, otomatis bisa gagal panen. Alhamdulillah, saya sebagai Pemerintah Desa di desa kami ini mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan Pak Kapolres terhadap kelompok tani di desa kami ini. Saya mewakili desa, masyarakat desa kami ini mengucapkan banyak terima kasih,” kata dia. (wid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
JPO Senayan Depan DPR Tak Berfungsi, Pramono Siap Ambil Alih Pengelolaannya
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Minyak Mentah Turun, Pertamina Buka Peluang Turunkan Harga Oli
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Terjebak Reruntuhan 36 Jam, Detik-Detik Evakuasi Korban Gempa Kolombia
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Evakuasi Penumpang Masih Berlangsung
• 14 jam lalueranasional.com
thumb
10 Edisi Terakhir Madrid Dominasi Piala Super Eropa, Barcelona Nirgelar
• 19 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.