Tak Diduga, RI Ada Cadangan Emas Baru-Lebih Besar dari Punya Freeport!

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Chairman Indonesia Mining Institute, Prof. Irwandy Arif saat menyampaikan pemaparan dalam Mindialogue dengan tema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesian Mining Institute (IMI) mengungkapkan bahwa potensi cadangan emas Indonesia masih cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.

Bahkan, terdapat salah satu perusahaan tambang yang masih tahap eksplorasi, țapi digadang-gadang memiliki cadangan emas lebih besar dibandingkan milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah.

Chairman IMI Irwandy Arif mengungkapkan potensi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki banyak wilayah tambang emas yang dapat dikembangkan melalui kegiatan eksplorasi.


Adapun perusahaan yang memiliki cadangan emas yang besar tersebut yakni Sumbawa Timur Mining (STM) yang mengelola Proyek Hu'u di Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

"Potensinya masih banyak sekali. Di Nusa Tenggara Barat. Yang kita kenal dengan Sumbawa Timur Mining. Bisa-bisa cadangannya melebihi cadangan Freeport. Dan di jalur itu juga sama. Kita sudah bisa mengidentifikasi padahal dulu itu, jalurnya sudah ketahuan," ungkap Irwandy dalam acara Mindialogue 2026 di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Perlu diketahui, PT Sumbawa Timur Mining (PT STM) selaku pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 tahun 1998 hingga kini memang masih melakukan pencarian cadangan emas di tambang Onto, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Dengan Kontrak Karya (KK) sudah dipegang oleh Sumbawa Timur Mining sejak tahun 1998, itu artinya perusahaan sudah 28 tahun melakukan kegiatan eksplorasi mencari 'harta karun' emas tersebut.

Sebelumnya, Presiden Direktur STM Bede Evans beberapa waktu lalu sempat menjelaskan bahwa potensi sumber daya mineral Onto merupakan bagian dari Proyek Hu'u milik PT STM yang merupakan pemegang Kontrak Karya generasi ke-7. Terutama yang ditandatangani Pemerintah Indonesia pada 19 Februari 1998.

Saham STM sendiri secara mayoritas dimiliki oleh Vale S.A. (80%), melalui Eastern Star Resources Pty Ltd, dan sisanya dimiliki oleh PT Aneka Tambang Tbk (20%).

"Saat ini tim engineering kami terus mengembangkan berbagai opsi bagaimana Proyek Hu'u ke depannya dapat dikembangkan menjadi sebuah proyek penambangan," ujarnya kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data perusahaan, per pengumuman publik terakhir pada 2022 terkait deposit Onto, sumber daya mineral tertunjuk tercatat mencapai 1,1 miliar ton, di mana setiap tonnya mengandung 0,93% tembaga (Cu) dan 0,56 gram emas (Au).

Sementara sumber daya mineral tereka tercatat sebesar 0,96 miliar ton, di mana setiap tonnya mengandung 0,87% tembaga (Cu) dan 0,44 gram emas (Au).

Sejak eksplorasi dimulai pada tahun 2010, proyek ini setidaknya telah menelan biaya mencapai US$ 200 juta hingga 2021.

Baca: Emas RI Ternyata Banyak Tersimpan di NTB & Papua

(wia)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kurangi Candu Dolar AS, Ramai Bank Sentral Tambah Cadangan Emas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SATUSEHAT Terintegrasi SIAK, Akta Kelahiran Bayi Baru Lahir Bisa Langsung Terbit
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Karhutla Belum Padam, Penutupan Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus
• 17 jam laludetik.com
thumb
Stok Pupuk Aman, Ning Ita Pastikan Distribusi untuk Petani Mojokerto Lancar
• 8 jam laluberitajatim.com
thumb
Wacana Pilkada Tanpa Wakil, Partai Perindo: Revisi UU Pemda Perlu Pertegas Kewenangan Pimpinan Daerah
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Kuburan Bayi Muncul di Rumah Pasutri Mojokerto Ternyata Korban Pembunuhan
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.