Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjajaki kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan kerja sama tersebut dapat diarahkan pada penerapan teknologi pascapanen untuk menjaga kualitas komoditas serta pengembangan produk olahan hasil pertanian.
"Untuk menaikkan nilai tambah itu masih perlu kerja keras," kata Bupati di Kediri, Rabu.
Bupati juga mengaku sudah bertemu langsung dengan perwakilan dari Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM di Kabupaten Kediri.
Menurut dia, penguatan sektor pertanian menjadi penting karena sekitar 80 persen penduduk Kabupaten Kediri memiliki latar belakang pekerjaan sebagai petani.
Meski kontribusi industri pengolahan hasil pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kediri mengalami peningkatan, pengelolaan industri pascapanen masih menjadi tantangan. Sebagian petani masih memilih menjual komoditas secara langsung saat panen.
Pihaknya menyebut, Kabupaten Kediri memiliki sejumlah komoditas unggulan, antara lain padi, jagung, nanas, cabai, dan mangga podang. Namun, sejumlah komoditas masih menghadapi persoalan, seperti harga cabai yang dapat anjlok saat panen dan produksi mangga podang yang bergantung pada musim.
Pemkab Kediri juga memetakan potensi unggulan daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi rencana Bandara Dhoho melayani embarkasi haji mulai 2027.
"Pada prinsipnya kami siap menjalin kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian," ujar Mas Dhito, sapaan akrabnya.
Baca juga: Pemkab Kediri gandeng Pertamina dan PLN jaga pengairan lahan pertanian
Baca juga: Tingkatkan kemajuan pertanian, Kabupaten Kediri gandeng UGM
Perwakilan Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM Prof. Adi Djoko Guritno mengatakan kerja sama dapat dilakukan melalui pendampingan serta kegiatan pengabdian masyarakat dengan melibatkan mahasiswa dan dosen untuk melakukan transfer teknologi secara langsung di lapangan.
Menurut dia, UGM juga memiliki teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memperpanjang masa simpan bahan baku serta melakukan rekayasa produksi agar sejumlah komoditas dapat dipanen di luar musim.
"Kami berharap nanti kita bisa saling memahami dan mulai mengkristal di mana titik-titik kita bisa kerja sama," katanya.
Pihaknya menambahkan, dari hasil pertemuan tersebut diharapkan menjadi tahap awal untuk mengidentifikasi bidang kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan Pemkab Kediri dan keahlian Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM.
Baca juga: SnackVideo Gandeng Petani Kediri, Hadirkan Teknologi Drone untuk Pertanian Berkelanjutan
Baca juga: Pemkot Kediri ubah lahan sampah jadi lahan pertanian
Baca juga: Petani Kediri buat alat penebar pupuk
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan kerja sama tersebut dapat diarahkan pada penerapan teknologi pascapanen untuk menjaga kualitas komoditas serta pengembangan produk olahan hasil pertanian.
"Untuk menaikkan nilai tambah itu masih perlu kerja keras," kata Bupati di Kediri, Rabu.
Bupati juga mengaku sudah bertemu langsung dengan perwakilan dari Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM di Kabupaten Kediri.
Menurut dia, penguatan sektor pertanian menjadi penting karena sekitar 80 persen penduduk Kabupaten Kediri memiliki latar belakang pekerjaan sebagai petani.
Meski kontribusi industri pengolahan hasil pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kediri mengalami peningkatan, pengelolaan industri pascapanen masih menjadi tantangan. Sebagian petani masih memilih menjual komoditas secara langsung saat panen.
Pihaknya menyebut, Kabupaten Kediri memiliki sejumlah komoditas unggulan, antara lain padi, jagung, nanas, cabai, dan mangga podang. Namun, sejumlah komoditas masih menghadapi persoalan, seperti harga cabai yang dapat anjlok saat panen dan produksi mangga podang yang bergantung pada musim.
Pemkab Kediri juga memetakan potensi unggulan daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi rencana Bandara Dhoho melayani embarkasi haji mulai 2027.
"Pada prinsipnya kami siap menjalin kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian," ujar Mas Dhito, sapaan akrabnya.
Baca juga: Pemkab Kediri gandeng Pertamina dan PLN jaga pengairan lahan pertanian
Baca juga: Tingkatkan kemajuan pertanian, Kabupaten Kediri gandeng UGM
Perwakilan Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM Prof. Adi Djoko Guritno mengatakan kerja sama dapat dilakukan melalui pendampingan serta kegiatan pengabdian masyarakat dengan melibatkan mahasiswa dan dosen untuk melakukan transfer teknologi secara langsung di lapangan.
Menurut dia, UGM juga memiliki teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memperpanjang masa simpan bahan baku serta melakukan rekayasa produksi agar sejumlah komoditas dapat dipanen di luar musim.
"Kami berharap nanti kita bisa saling memahami dan mulai mengkristal di mana titik-titik kita bisa kerja sama," katanya.
Pihaknya menambahkan, dari hasil pertemuan tersebut diharapkan menjadi tahap awal untuk mengidentifikasi bidang kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan Pemkab Kediri dan keahlian Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM.
Baca juga: SnackVideo Gandeng Petani Kediri, Hadirkan Teknologi Drone untuk Pertanian Berkelanjutan
Baca juga: Pemkot Kediri ubah lahan sampah jadi lahan pertanian
Baca juga: Petani Kediri buat alat penebar pupuk





