TNI AL merespons sejumlah pemberitaan media asing, yang menyebut akan ada latihan militer dengan China di sebelah timur perairan Taiwan dan melibatkan sebuah kapal frigate. Awalnya, berita ini disampaikan oleh kanal berita Reuters yang mengutip Kementerian Pertahanan China.
Bahkan, dalam pemberitaan, Taiwan sempat merasa terprovokasi dengan manuver ini. Sebab mereka merasa China seolah-olah berdaulat di perairan tersebut.
Namun, menurut TNI AL, latihan yang dimaksud berupa Passing Exercise (Passex), yang merupakan sebuah tradisi maritim dan bukan latihan tempur.
"Kegiatan tersebut merupakan praktik yang lazim dilakukan antar angkatan laut saat kapal melintasi suatu kawasan dan tidak ditujukan sebagai latihan tempur. Passing exercise merupakan bentuk interaksi untuk membangun komunikasi, kepercayaan, hubungan baik, dan semangat persahabatan antar angkatan laut, sekaligus mendukung diplomasi maritim Indonesia," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, lewat keterangannya, Rabu (12/8).
Tentu, dalam perjalanan pulang dari Rusia, KRI I Gusti Ngurah Rai akan melintasi sejumlah negara seperti Jepang dan China. Mereka juga akan melintasi pangkalan Armada Ketujuh Angkatan Laut Amerika Serikat, yang berada di Jepang.
"Dalam perjalanan kembali ke Indonesia setelah mengikuti Exercise ORRUDA 2026 di Vladivostok, Rusia, akan melaksanakan latihan bersama secara terbatas atau passing exercise dengan angkatan laut sejumlah negara yang dilintasi, termasuk Jepang, Tiongkok, dan Armada Ketujuh Angkatan Laut Amerika Serikat," kata Tunggul.
Karena sifatnya yang lebih merupakan persaudaraan antar angkatan laut dan tradisi, Passex masih dalam garis kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Sekaligus menjaga peluang kerja sama dengan berbagai negara.
"Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperkuat persahabatan serta turut menjaga keamanan, stabilitas maritim, dan perdamaian dunia," ucap Tunggul.





