Inilah Daftar Pemenang Lomba Resensi Buku di Disperpustaka Kota Batu

beritajatim.com
19 jam lalu
Cover Berita

Batu (beritajatim.com) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpustaka) Kota Batu resmi mengumumkan para pemenang Lomba Resensi Buku tingkat SMP dan SMA se-Kota Batu di Ruang Rapat Bina Praja, Balai Kota Among Tani, Rabu (12/8/2026). Agenda penganugerahan tersebut dirangkaikan dengan talkshow literasi bertajuk “Menemukan Diri dalam Literasi: Membangun Resiliensi dan Karakter Remaja melalui Buku”.

​Rangkaian ajang ini telah bergulir sejak pelaksanaan pembekalan luring pada 30 Juni 2026 bagi jenjang SMP dan 1 Juli 2026 bagi jenjang SMA. Setelah melalui masa revisi naskah sepanjang bulan Juli serta penjurian ketat pada 1–10 Agustus 2026, puncak penetapan pemenang akhirnya digelar secara meriah.

​Kepala Disperpustaka Kota Batu, Dr. Abdul Rais, S.Pd., M.Si., menyatakan bahwa keterampilan meresensi buku merupakan landasan utama untuk mengasah pola pikir ilmiah para generasi muda. Menurutnya, esensi resensi terletak pada kemampuan mengkaji isi buku secara obyektif sehingga dapat membawa kemanfaatan bagi masyarakat luas.

​”Resensi buku itu intinya tergantung dari bagaimana kalian mengkaji isi buku, melihat niatnya, serta hal baik atau buruk di dalamnya. Hal ini menjadi modal dasar bagi kalian untuk berpikir ilmiah dan membantu memublikasikan karya agar bermanfaat bagi masyarakat yang lebih luas,” ujar Abdul Rais dalam sambutannya di Balai Kota Among Tani Batu, Rabu (12/8/2026).

​Rais mengapresiasi tinggi seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif. Ia menegaskan bahwa peserta yang belum berhasil menyabet juara tidak lantas menjadi pihak yang kalah, sebab pengalaman teknis dan wawasan berpikir kritis selama proses kompetisi merupakan manfaat yang jauh lebih berharga.

​Guna memperkuat ekosistem literasi di Kota Batu, Disperpustaka telah menyiapkan skema pengembangan kegiatan pada masa mendatang. Rais membocorkan rencana penggabungan ajang kompetisi akademik dengan kegiatan hiburan edukatif pada tahun 2027.

​”Insya Allah untuk tahun 2027 kita akan kombinasikan semua perlombaan melalui Festival Literasi. Kita perpadukan antara kompetisi akademik yang membutuhkan pemikiran mendalam dengan festival yang menghibur masyarakat,” tambahnya.

​Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perpustakaan Disperpustaka Kota Batu, Ernawati Wahyuningsih, SE., menjelaskan dinamika proses pembinaan para peserta. Sebelum naskah akhir dinilai oleh dewan juri, seluruh peserta melewati tahap clinic session dan pendampingan intensif.

​”Setelah penyerahan naskah awal, para juri memberikan pembekalan dan kondisi klinik kepada adik-adik peserta. Dari pembekalan tersebut dilakukan penyempurnaan naskah yang kemudian dinilai kembali oleh dewan juri,” terang Ernawati.

​Ernawati menyebutkan bahwa kompetisi tahun ini tidak hanya menguji ketajaman ulasan tulisan, tetapi juga mengeksplorasi kreativitas digital melalui pembuatan konten video resensi. Langkah ini diambil untuk mendorong pemanfaatan media sosial secara positif di era digital.

​”Selain mendorong minat baca dan melatih penilaian kritis terhadap buku, kami mewajibkan peserta membuat video resensi. Ini menjadi media pengembangan kreativitas digital serta ajang promosi literasi. Panitia juga memberikan penghargaan khusus bagi video dengan raihan views dan likes terbanyak,” jelasnya.

​Lebih lanjut, Ernawati membeberkan komitmen para dewan juri dan narasumber yang mendampingi para pelajar tanpa mengenal batas waktu. Komunikasi intensif terus terjalin demi mengawal kualitas ulasan buku yang dihasilkan oleh para pelajar.

​”Komunikasi antara panitia, juri, dan peserta berlangsung 24 jam. Diskusi penyempurnaan resensi bahkan dilakukan hingga ke kafe-kafe. Kami memiliki tanggung jawab moral agar kegiatan ini tidak berhenti di sini, melainkan berlanjut untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) serta Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di Kota Batu,” tegas Ernawati.

​Akademisi dari Universitas Brawijaya (UB), Dr. Abd. Qadir Muslim, S.Pd.I., M.Pd., yang hadir sebagai narasumber talkshow, menyoroti pentingnya pembuktian logis dalam menyusun sebuah analisis kritis. Menurutnya, gagasan ilmiah tidak boleh hanya bersandarkan pada asumsi belaka.

​”Analisis kritis dalam resensi tidak sekadar berpendapat menurut saya, tetapi wajib disertai alasan dan bukti empiris (evidence). Proses ilmiah menuntut adanya dasar logis yang kuat, dan dasar itu hanya bisa diperoleh melalui kebiasaan membaca,” kata Qadir.

​Qadir juga membagikan resep kreatif bagi para pelajar SMA dan SMP agar bisa mengakses buku-buku terbitan terbaru tanpa terkendala biaya. Ia mengisahkan pengalamannya semasa kuliah yang memanfaatkan kolom resensi media massa untuk mendapatkan pasokan buku gratis dari penerbit.

​”Zaman kuliah dulu, saya sering pergi ke toko buku untuk melihat karya-karya terbaru, membaca sinopsisnya, lalu menuliskan resensinya untuk dikirim ke koran harian. Jika resensi tersebut terbit di media, bukti pemuatannya bisa dikirimkan ke email penerbit. Biasanya pihak penerbit akan mengapresiasi dengan memberikan 3 sampai 5 buku baru secara gratis untuk diresensi kembali,” kenang Qadir.

​Sementara itu, juri Lomba Resensi yang juga merupakan pendidik dari IIBS Thursina, Wida Setya Purnama, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap lonjakan kualitas karya peserta usai mengikuti sesi pembekalan.

​”Saya mengapresiasi penuh kreativitas para siswa. Tidak hanya tingkat SLTA, peserta dari tingkat SLTP juga tidak kalah keren. Bahkan ada beberapa peserta yang terlihat sangat literat dan matang dalam meresah isi buku,” ungkap Wida.

​Di akhir acara, dewan juri mengumumkan deretan pemenang dari masing-masing kategori. Untuk Kategori SMA, Juara 1 diraih oleh Kyara Ayu Arnesya Putri, disikuti Azhar Aulia Sasmita sebagai Juara 2, dan Kusuma Budiarta Surya Nugraha sebagai Juara 3.

​Sementara untuk Kategori SMP, Juara 1 berhasil disabet oleh Devi Nasywa, disusul Prawira Ali di posisi Juara 2, serta Senandung Kayana di posisi Juara 3. Para pemenang berhak mendapatkan piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan dengan total jutaan rupiah.

​Peraih Juara 1 Kategori SMA, Kyara Ayu Arnesya Putri, tidak mampu menyembunyikan rasa harunya usai namanya dipanggil sebagai pemenang utama. Ia mengaku tidak menyangka ulasan bukunya bakal dinobatkan sebagai yang terbaik.

​”Saya sangat senang dan terharu, sama sekali tidak menyangka bisa menjadi juara 1. Semoga agenda seperti ini rutin diadakan setiap tahun oleh Pemkot Batu untuk terus mengasah daya berpikir kritis kami,” tutur Kyara. (dan/but)

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ulah Kakek Bejat di Bogor Perkosa ABG Pakai Modus Pijat
• 15 jam laludetik.com
thumb
Ketum Mardiono Pimpin Konsolidasi Nasional PPP, Bahas Mukernas hingga Verifikasi Pemilu
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus Transfer Pricing PT TPL: Kejagung Ungkap Konstruksi Perkara dan Peran 2 Tersangka
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
MA 14 Tahun Raih WTP, BPK Dorong Menuju Government 5.0
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Mau Diskon Beli Bright Gas? Begini Caranya
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.