JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang mengevaluasi keberadaan jalur sepeda di jalan protokol ibu kota.
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo mengatakan, evaluasi ini dilakukan karena fakta di lapangan, jalur sepeda justru dikuasi sepeda motor dan bajaj.
"Di lapangan kan yang kita sering hadapi saat ini justru jalur sepeda dipakai oleh jalur ojek atau ada mobil yang mengokupasi, ada bajaj dan sebagainya. Sehingga tidak steril dan berdampak pada ancaman keselamatan," kata Yustinus di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
BACA JUGA:Pemprov DKI Tindak Tegas TPS Liar di Cilincing, Penyedia Jasa Disanksi Rp10 Juta
Yustinus mengatakan, saat ini Pemprov DKI masih mengumpulkan sejumlah masukan dari berbagai pihak terkait.
Masukan itu di antaranya dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), komunitas, serta Institute for Transportation and Development Policy (ITDP).
Masukan itu nantinya akan menjadi pertimbangan Pemprov DKI dalam menentukan keberlanjutan jalur sepeda di Jakarta.
BACA JUGA:Bantah Tito, Pramono Sebut Hampir Seluruh Biaya Pendidikan di Jakarta Ditanggung Pemprov DKI
"Nah berdasarkan itu semua, nanti akan dibawa dalam rapat yang akan diputuskan oleh Pak Gubernur kira-kira yang terbaik apa untuk Jakarta," tambahnya.
Yustinus menekankan, apapun nanti yang menjadi keputusan Pemprov DKI bukan dalam konteks menganaktirikan pesepeda.
Pemprov DKI akan tetap memfasilitasi jalur sepedan sesuai dengan amanat Undang-Undang.
"Tapi bagaimana memfasilitasi dan mengaturnya ini yang perlu," pungkasnya.
BACA JUGA:Pemprov DKI Terima Aset Fasos/Fasum Rp2,27 Triliun, Perkuat Ruang Publik hingga Layanan Masyarakat
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempertimbangkan untuk menata ulang jalur sepeda di jalan protokol Jakarta.
Hal ini menyusul adanya permintaan warga di media sosial untuk menghapus jalur sepeda karena dinilai tidak sering digunakan pesepeda.
- 1
- 2
- »





