Nama Gus Kikin Menguat di Bursa Ketum PBNU Menjelang Muktamar ke-35

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Nama Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 NU.

Gus Kikin mengakui namanya turut disebut sebagai salah satu kandidat yang berpotensi memimpin PBNU untuk periode mendatang.

Namun, dia menegaskan munculnya sejumlah nama belum menentukan siapa yang akan menduduki posisi tersebut.

Selain Gus Kikin, sejumlah tokoh juga disebut dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Di antaranya Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya Ketua Umum PBNU, Nasaruddin Umar Menteri Agama, Zulfa Mustofa Wakil Ketua Umum PBNU, Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin Ketua PWNU Jawa Tengah, serta Abdussalam Shohib atau Gus Salam Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang.

Gus Kikin menyebut, proses pemilihan Ketua Umum PBNU nantinya akan mengikuti tata tertib yang disepakati dalam Muktamar. Karena itu, keputusan akhir berada di tangan para muktamirin.

“Ada banyak, ya saya termasuk dimunculkan. Kemudian ada Gus Yahya, Ketum yang sekarang. Ada kemudian Prof. Nasaruddin, ada Kiai Zulfa Mustofa, ada Gus Rozin, ada Gus Salam, cukup banyak,” ujar Gus Kikin, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, mekanisme pemilihan akan dibahas terlebih dahulu dalam forum Muktamar. Tata tertib yang disepakati akan menjadi dasar dalam menentukan proses pemilihan pimpinan PBNU.

“Ya nanti tergantung dari mekanisme dari apa pemilihan. Nanti begitu Muktamar kan ada tatib yang perlu dibahas, dari tatib itu nanti bagaimana mekanismenya,” katanya.

Gus Kikin menegaskan, dirinya tidak ingin mendahului keputusan forum Muktamar. Dia menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan kepada peserta yang memiliki hak menentukan kepemimpinan PBNU.

“Siapa yang jadi Ketum ya itu tergantung dari muktamirin, siapa yang dipilih oleh muktamirin menjadi Ketum nanti,” tegasnya.

Gus Kikin berharap, seluruh tahapan Muktamar ke-35 NU berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan organisasi.

“Ya mudah-mudahan itu lancar semuanya, doanya nanti lancar dan menghasilkan satu keputusan yang baik untuk NU di masa depan lagi itu,” ujarnya.

Selain berbicara mengenai bursa Ketua Umum PBNU, Gus Kikin juga menekankan pentingnya Al-Qanun Al-Asasi sebagai dokumen dasar yang menjadi ruh perjuangan Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, Qanun Asasi yang selama ini relatif jarang digunakan dalam kehidupan organisasi perlu kembali diperkenalkan kepada warga NU.

Dalam tiga tahun terakhir, Gus Kikin mengaku berupaya menghimpun berbagai dokumen Qanun Asasi yang terdiri dari empat bab.

“Qanun Asasi itu sudah lama tidak muncul, lama tidak digunakan. Di tiga tahun terakhir ini kita mendapatkan semua dokumen Qanun Asasi ini, empat bab, dan itu disusun. Kemudian, sekarang ini kita perkenalkan, kita sosialisasikan Qanun Asasi di Gedung MPR,” ujar Gus Kikin.

Al-Qanun Al-Asasi merupakan risalah dasar atau konstitusi ideologis NU yang disusun oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Dokumen tersebut memuat fondasi pemikiran dan nilai dasar yang menjadi pijakan perjuangan NU.

Gus Kikin menyebut keberadaan Qanun Asasi tidak sekadar memiliki nilai historis, tetapi juga penting sebagai pedoman dalam menjaga arah perjuangan organisasi.

“Al-Qanun Asasi itu merupakan dokumennya NU yang dulu disusun dari awal berdirinya NU. Qanun Asasi itu merupakan ruh daripada NU,” katanya.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

Forum tertinggi NU tersebut akan membahas berbagai agenda organisasi, termasuk pemilihan Rais Aam yang memimpin Syuriyah dan Ketua Umum PBNU yang memimpin Tanfidziyah untuk periode kepengurusan berikutnya.

Sejumlah nama lain juga disebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, di antaranya Marsudi Syuhud Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, serta Imam Jazuli Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon.(faz/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Merdeka dari Apa? Redefinisi Kemerdekaan di Abad ke-21
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Bromo Ditutup akibat Kebakaran, 2.056 Wisatawan Ajukan Refund Tiket
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
46.160 Peserta Lolos MagangHub Angkatan II, Kemnaker Perkuat Transisi Lulusan ke Dunia Kerja
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Bunga PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen Mulai Berlaku di September 2026
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Kekhawatiran Gangguan Pasokan Menguat
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.