JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan mendalami adanya potensi keterlibatan orang dalam (ordal) yang "bermain" di tempat pembuangan sampah (TPS) liar.
Seperti kasus TPS liar di kawasan Cilincing, Jakarta Utara yang sudah beroperasi selama 24 tahun tanpa diketahui.
Pramono menduga ada pihak-pihak yang sengaja menyembunyikan keberadaan TPS tersebut untuk mengamankan penghasilan haramnya.
"Dengan segala respek saya, saya juga harus melakukan pembenahan ke dalam. Orang sudah banyak yang mendapatkan kenikmatan dari itu," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
BACA JUGA:Pemprov DKI Tindak Tegas TPS Liar di Cilincing, Penyedia Jasa Disanksi Rp10 Juta
Pramono menekankan dalam persoalan penanganan sampah di Jakarta tidak semudah membalikan telapak tangan.
Ada sejumlah proses yang harus dilewati yang salah satunya menertibkan TPS liar.
"Untuk menangani persoalan sampah ini enggak bisa bimsalabim," ujarnya.
Pramono menyadari akan ada banyak pihak yang merasa dirugikan dengan kebijakannya tersebut. Pihak-pihak yang dirugikan itu tentunya tidak akan tinggal diam.
BACA JUGA:Kementerian PU Bangun TPST Kebon Talo, 60 Ton Sampah Mataram Bakal Diolah Tiap Hari
"Pasti nanti banyak juga yang kemudian menyerang saya sebagai Gubernur, tapi saya enggak akan mundur untuk apa? Untuk pembenahan sampah di Jakarta. Dan ini untuk kebaikan kita bersama," tegasnya.
Pramono menyebutkan, sekarang ini pengelolaan sampah di Jakarta sudah jauh lebih baik sejalan dengan beroperasinya RDF Rorotan di Jakarta Utara.
Saat ini RDF Rorotan sudah dapat mengelola sampah hingga 800 ton per hari.
BACA JUGA:Pramono Bakal Kejar Ganti Rugi ke Pengelola TPS Liar di Kramat Jati yang Kebakaran
"Lihat sendiri di RDF Rorotan yang dulu saya sendiri tidak membayangkan bisa kita selesaikan secara baik, alhamdulillah sekarang Rorotan line 1-nya produksinya bisa 800 ton," katanya.
- 1
- 2
- »





