jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menilai aksi joget sejumlah anggota dewan saat Sidang Tahunan MPR RI 2025 dilakukan sesuai porsi menyambut HUT ke-80 RI.
Puan menyampaikan hal itu saat menjawab pertanyaan awak media soal antisipasi DPR soal peristiwa joget saat Sidang Tahunan MPR RI tak terulang pada 2026.
BACA JUGA: Siti Fauziah Temui Jokowi di Solo, Bawa Undangan Sidang Tahunan MPR
Menurut Puan, para anggota DPR RI berjoget setelah Presiden RI Prabowo Subianto menyelesaikan pidato kenegaraan.
Puan menjelaskan para legislator kemudian berjoget setelah proses resmi selesai dan musik dimainkan saat acara.
BACA JUGA: Molly Prabawati Sebut Sidang Tahunan MPR Momentum Penting Perkuat Akuntabilitas Publik
"Jadi, tidak ada hal yang kemudian membuat kami sepertinya tidak menghargai, tidak menghormati dalam acara yang seharusnya dilakukan secara khidmat atau resmi, karena memang acara resminya sudah selesai," ujar Puan ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8).
Namun, kata dia, para legislator akan menjadikan peristiwa pada 2025 sebagai bahan evaluasi untuk bersikap saat Sidang Tahunan MPR RI 2026.
BACA JUGA: Ditanya Kehadiran SBY di Sidang Tahunan, Benny Demokrat Malah Hardik Wartawan
"Jadi, insyaallah nanti pada hari H kami semua tentu saja akan lebih introspeksi, lebih khidmat, akan lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih fokus dalam mengikuti acara kenegaraan tersebut," ujar dia.
Terkait undangan, Puan menyebut seluruh mantan Presiden dan Wapres RI diundang hadir saat Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Paripurna Penyampaian RAPBN Tahun Anggaran beserta Nota Keuangan pada Jumat besok.
"Semuanya mantan Presiden dan mantan Wakil Presiden RI kami undang," kata Puan.
Ketua DPP PDI Perjuangan itu mengatakan konfirmasi kehadiran para mantan Presiden dan Wapres RI masih ditanyakan berkala para tokoh.
"Masih kami konfirmasi terus. Belum fiks, mungkin besok terakhir," ujarnya.
Namun, kata Puan, total undangan untuk pelaksanaan Sidang Tahunan mencapai sekitar 1.200 orang.
Selain jajaran pejabat negara dan tamu VVIP, Presiden juga secara khusus mengundang perwakilan masyarakat.
"Kemudian undangan kurang lebih berjumlah hampir 1.200 dan Bapak Presiden kemudian mempunyai delapan tamu undangan yang beliau ingin undang," kata Puan.
Putri Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri itu mengatakan Prabowo pada momen Sidang Tahunan MPR mengundang para pelajar penerima manfaat program pemerintah.
"Undangan-undangan khusus dari ada penerima manfaat dari Bapak Presiden yang selama ini sudah menerima program tersebut dan merasakan manfaatnya," ujar Puan.
Sementara itu, saat ditanya mengenai lokasi upacara peringatan HUT ke-RI yang bakal dihadiri oleh Megawati Soekarnoputri, Puan mengaku belum mendapat kepastian.
"Belum ada konfirmasi, saya belum tanyakan pada Ibu Mega akan beliau hadir ke mana. Besok mungkin," ujarnya.(ast/jpnn)
Redaktur : Friederich Batari
Reporter : Aristo Setiawan




