Banjarbaru: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) menghanguskan sedikitnya 3.387 hektare hutan dan lahan di 13 kabupaten/kota. Gubernur Kalsel, Muhidin, turun langsung membantu upaya pemadaman karhutla di Desa Pengayuan, kawasan ring satu sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor.
"Karhutla di Kalsel terus terjadi meski upaya penanganan juga terus kita gencarkan di lapangan. Hingga 11 Agustus 2026, karhutla tercatat seluas 3.387 hektare lebih," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, Rabu petang, 12 Agustus 2026, di Banjarbaru.
Baca Juga :
Kebakaran Gunung Bromo Meluas hingga Bukit Cinta
"Sebagian besar kebakaran terjadi di kawasan lahan mineral dan untuk wilayah Kota Banjarbaru dan Tanah Laut sebagian merupakan lahan gambut," ujar Ronny.
Ilustrasi-Kebakaran di Bukit Pindul, Dukuh Girisono, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah pada Senin (10/8). Foto: BPBD Kab. Klaten.
Dia mengatakan, Satgas Karhutla dari berbagai unsur terus bersiaga 24 jam untuk mengatasi karhutla yang terjadi. Hal ini termasuk kewaspadaan kembali terbakarnya areal TPAS Basirih, Kota Banjarmasin.
"Saat ini pemadaman mulai menghadapi kondisi sumber air yang semakin surut. Di sisi lain rencana OMC belum bisa dilaksanakan karena ketiadaan awan hujan, padahal pesawat untuk OMC sudah *standby* di Syamsudin Noor," kata Ronny.




