WASHINGTON, KOMPAS.TV – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya sempat menyusup dan keluar secara diam-diam dari pesawat kepresidenan Air Force One usai melakukan kunjungan ke Turki.
Langkah dramatis tersebut diambil atas instruksi Dinas Rahasia (Secret Service) dan pihak militer guna menghindari ancaman keamanan yang menyasar dirinya.
"Mereka menginginkan saya naik penerbangan lain, pesawat yang berbeda," ujar Trump kepada wartawan usai menghadiri sebuah acara di Ohio, Selasa (11/8/2026).
Namun aksi menyelundup dalam penerbangan rahasia ternyata pernah juga dilakukan beberapa presiden AS lainnya. Joe Biden pada tahun 2023 pernah menyusup menggunakan pesawat C-32 ke Polandia dan melanjutkan perjalanan kereta malam selama 10 jam menuju Kyiv, Ukraina.
Pada tahun 2019, Trump pernah melakukan kunjungan rahasia saat Thanksgiving ke pangkalan militer Bagram di Afganistan, sementara pesawat umpan disiagakan di Florida.
Selain itu, pada 2010 Presiden Barack Obama pernah melakukan kunjungan malam mendadak ke Afganistan saat publik mengira dirinya sedang berada di Camp David.
Sedangkan Presiden George W. Bush pada tahun 2003 pernah melawat ke Irak secara rahasia dan beritanya baru dirilis setelah kunjungan selesai dan pesawat resmi lepas landas menuju AS.
"Saya kira ada ancaman di luar sana. Saya tidak benar-benar bertanya terlalu banyak tentang itu. Saya memang mendapatkan banyak ancaman," ujar Bush saat itu seperti dikutip dari The Associated Press.
Baca Juga: Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh di Selat Hormuz: Saya Tidak Percaya Iran
Sembunyi di Kontainer Katering BandaraPernyataan Trump ini sekaligus membenarkan laporan The Washington Post yang menyebut sang presiden dilarikan ke pesawat lain akibat ancaman dari pihak Iran pasca-KTT NATO. Aksi penyusupan tersebut berhasil dirahasiakan rapat-rapat selama berminggu-minggu.
Dalam skenario penyelamatan tersebut, Trump bersembunyi di dalam kontainer katering bandara untuk berpindah ke pesawat lain yang lebih kecil. Sementara itu, Air Force One tetap diterbangkan ke udara untuk difungsikan sebagai umpan.
Aksi ini secara tidak langsung meninggalkan rombongan pejabat Gedung Putih, staf pendukung, personel keamanan, hingga awak media di dalam pesawat utama yang menjadi target umpan.
Meski demikian, Trump meremehkan potensi risiko dan mengaku tidak merasa takut.
"Jujur saja, saya tidak mengkhawatirkan apa pun. Apa pun itu. Anda tahu sikap saya? Masa bodoh!" kata Trump.
Meski presiden AS terdahulu kerap melakukan perjalanan rahasia ke wilayah konflik seperti Irak atau Afganistan, penyembunyian keberadaan presiden saat kejadian hingga berminggu-minggu setelahnya dinilai belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca Juga: Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh di Selat Hormuz: Saya Tidak Percaya Iran
"Kita memang pernah melihat presiden terbang menggunakan pesawat tanpa tanda atau pesawat umpan ke Irak, Afganistan, atau tempat berisiko perang lainnya," kata Garrett M. Graff, penulis buku Raven Rock.
"Namun, ini adalah rahasia berkelanjutan yang saya pikir belum pernah kita lihat sebelumnya."
Kritik juga tertuju pada keputusan Gedung Putih yang memisahkan presiden secara rahasia dari kelompok pers independen. Graff menilai hal ini menunjukkan Gedung Putih tidak memahami pentingnya peran pers dalam mendokumentasikan dan melindungi transparansi lembaga kepresidenan.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada
Sumber : The Associated Press
- trump sembunyi
- trump naik mobil katering
- penerbangan rahasia
- donald trump
- air force one





