SANA’A, KOMPAS.TV - Pemerintah Pakistan mengatakan tiga warganya tewas dalam serangan yang mereka sebut dilakukan kelompok Houthi terhadap sebuah kapal di Selat Bab el-Mandeb di lepas pantai Yaman.
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar pada Rabu (12/8/2026) mengutuk serangan yang terjadi pada Selasa (11/8/2026) tersebut.
Ia menyatakan tiga warga Pakistan tewas serta satu orang lainnya luka-luka dalam serangan itu.
Dilansir The Associated Press, secara keseluruhan, enam orang tewas dalam serangan tersebut.
"Serangan semacam ini membahayakan nyawa warga yang tidak bersalah, merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, serta membahayakan kebebasan navigasi, keamanan maritim, dan keselamatan pelayaran komersial di Laut Merah," kata Dar dalam sebuah unggahan di X.
Baca Juga: Pemerintah Yaman Sebut Houthi Serang Kapal di Bab el-Mandeb, 6 Orang Tewas
Ketika Selat Hormuz ditutup Iran serta Amerika Serikat (AS) memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran, kini Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb yang berada di ujung selatan Yaman, menjadi rute alternatif bagi Arab Saudi untuk mengangkut minyaknya.
Serangan ini terjadi saat meningkatnya jumlah serangan pemberontak Houthi terhadap pasukan pemerintah Yaman, fasilitas-fasilitas minyak di Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman, dan kapal-kapal Arab Saudi di Laut Merah.
Banyak dari serangan tersebut difokuskan pada kota pelabuhan Mokha di Laut Merah yang dikuasai pemerintah Yaman. Menurut militer Yaman, secara keseluruhan, puluhan tentara pemerintah dan warga sipil telah tewas dalam berbagai serangan sejak pekan lalu.
Meningkatnya kekerasan ini dikhawatirkan dapat menyulut kembali perang saudara di Yaman pasca-gencatan senjata tahun 2022, sekaligus membuka front baru dalam perang Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar bertemu dengan Duta Besar Iran Reza Amiri Moghadam di Islamabad pada Rabu, saat Pakistan berupaya memfasilitasi berlanjutnya negosiasi damai antara Iran dan AS.
Pertemuan mereka terjadi sehari setelah Pakistan mengutus Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi ke Teheran untuk melangsungkan pembicaraan dengan para pemimpin tinggi Iran.
Baca Juga: Milisi Houthi Serang Kilang Aramco dan Pelabuhan di Laut Merah
Kesepakatan sementara untuk menghentikan pertempuran yang dicapai pada pertengahan Juni lalu dijadwalkan berakhir pada Senin (17/8/2026).
Gencatan senjata tersebut sempat runtuh bulan lalu saat AS dan Iran saling melepaskan serangan selama lebih dari dua pekan sebelum akhirnya melakukan jeda.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, mengatakan kepada wartawan bahwa kesepakatan pada Juni tersebut tetap berlaku dan tenggat waktunya dapat diperpanjang.
"Kami tidak akan menutup babak ini," ujar Andrabi.
Pembicaraan menemui jalan buntu terkait isu penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Teheran menutup jalur laut tersebut setelah AS dan Israel melancarkan serangan tanpa diprovokasi ke Iran pada 28 Februari lalu.
Washington menuntut agar Iran membuka kembali selat tersebut. Sementara Teheran menegaskan AS harus terlebih dahulu mengakhiri blokadenya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta memenuhi syarat-syarat lainnya.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Associated Press
- bab el-mandeb
- serangan houthi
- Pakistan
- Yaman
- Houthi
- Arab Saudi





