Pergerakan indikator makroekonomi yang dinamis memberi dampak langsung pada peta persaingan segmen kendaraan hemat energi dan harga terjangkau (Low Cost Green Car/LCGC). Segmen yang menyasar kelas menengah ini merasakan tekanan yang cukup signifikan sepanjang tahun ini.
Sebagai salah satu pemain utama di pasar ini melalui model Honda Brio, PT Honda Prospect Motor (HPM) mencermati perubahan perilaku konsumen yang terjadi akibat fluktuasi ekonomi tersebut.
Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM, Yusak Billy, membeberkan bahwa lini produk Brio sejauh ini masih kokoh menjadi tulang punggung (backbone) utama penjualan Honda di Indonesia.
"Memang Honda Brio saat ini kontribusinya 50 persen dan itu masih menjadi backbone kami ya," ujar Billy.
Namun, dominasi tersebut berhadapan dengan karakteristik unik dari profil pembeli di kelas LCGC. Billy mengungkapkan bahwa mayoritas pembeli Honda Brio didominasi oleh kelompok pembeli mobil pertama (first-time buyer).
"LCGC itu kan kalau di kami 70 persen itu first-time buyer," ungkap Billy.
Dalam struktur transaksi pasar LCGC, mayoritas first-time buyer mengandalkan fasilitas kredit dari lembaga pembiayaan (leasing) untuk melakukan pembelian kendaraan. Oleh karena itu, lonjakan suku bunga acuan berbanding lurus dengan beban yang harus ditanggung konsumen.
Ketika suku bunga pinjaman merangkak naik dan inflasi menekan daya beli masyarakat, kemampuan serta keputusan belanja kelompok pembeli pertama ini langsung mengalami kontraksi secara signifikan.
"Jadi kalau suku bunga tinggi, itu memberikan impact sih memang. Daya beli melemah, itu memberikan impact besar sih," aku Billy.
Gak cukup tambah fiturMelihat kondisi tersebut, HPM menilai bahwa penanganan segmen LCGC tidak bisa hanya mengandalkan pembaruan fitur atau estetika produk semata, melainkan butuh pendekatan dari sisi aksesibilitas finansial.
Honda terus berupaya merancang skema kepemilikan yang realistis dan terjangkau agar calon konsumen kelas LCGC ini tetap memiliki kemampuan untuk merealisasikan rencana pembelian mobil mereka.
"Bagaimana caranya supaya dia bisa meningkatkan lagi daya belinya dengan mudah memiliki kendaraannya, ya itu tadi, program penjualan yang benar-benar bisa meringankan konsumen ini untuk bisa memiliki kendaraan," urai Billy.
Langkah komprehensif yang memadukan keunggulan produk dan keringanan pembiayaan ini diharapkan mampu menjaga ritme penjualan Brio di tengah bayang-bayang penurunan daya beli nasional.
Daftar Penjualan LCGC di semester 11. Toyota Calya: 17.121 unit
2. Daihatsu Sigra: 14.463 unit
3. Honda Brio Satya: 12.227 unit
4. Toyota Agya: 7.312 unit
5. Daihatsu Ayla: 4.383 unit.





