Korban Gempa Dahsyat Tembus 250 Orang, Kolombia Berkabung 3 Hari

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Juan David Duque

Jakarta, CNBC Indonesia - Kolombia menetapkan tiga hari masa berkabung nasional setelah gempa dahsyat mengguncang wilayah barat negara itu dan menewaskan sedikitnya 250 orang. Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 tersebut disebut sebagai yang terkuat yang melanda negara Amerika Selatan itu dalam satu abad terakhir.

Pemerintah Kolombia menyatakan bendera akan dikibarkan setengah tiang di gedung-gedung pemerintahan dan kantor kedutaan besar di berbagai negara "sebagai penghormatan bagi semua korban tewas."


Baca: Update "Gempa Terkuat Abad 21" Kolombia, 250 Tewas-100 Gempa Susulan

Di tengah masa berkabung, operasi pencarian dan penyelamatan terus digenjot untuk menemukan korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan. Tim penyelamat di Pereira dan Cali mengerahkan derek, anjing pelacak hingga alat berat untuk menyisir bangunan yang ambruk.

Warga juga turut membantu dengan membentuk rantai manusia dan mengangkat puing secara manual. Upaya ini dilakukan karena 72 jam pertama setelah gempa menjadi periode krusial untuk menemukan korban yang masih bertahan hidup di bawah reruntuhan.

Dari udara, sejumlah kawasan permukiman di Cali terlihat porak-poranda, dengan rumah dan apartemen berubah menjadi tumpukan puing. Sejumlah mobil juga hancur tertimpa dinding dan lempengan beton, sementara sebagian Rumah Sakit Universitario del Valle mengalami kerusakan sehingga pasien harus dipindahkan ke area parkir untuk mendapat perawatan.

Baca: Terjebak Reruntuhan 36 Jam, Detik-Detik Evakuasi Korban Gempa Kolombia

Bencana tersebut membuat sistem kesehatan Kolombia berada di bawah tekanan besar. Banyak warga memilih tidur di luar rumah karena rumah mereka rusak atau khawatir terhadap gempa susulan, sementara sebuah taman di Pereira diubah menjadi tempat penampungan darurat yang dilengkapi tenda dan kasur.

Solidaritas warga pun bermunculan di berbagai wilayah terdampak. Ribuan orang mengirimkan air, makanan dan kebutuhan pokok, sementara antrean panjang terbentuk di sejumlah pusat donor darah.

Presiden Abelardo de la Espriella telah menetapkan status darurat dan menjanjikan subsidi sewa bagi keluarga terdampak. Amerika Serikat juga mengumumkan bantuan darurat sebesar US$5,5 juta atau sekitar Rp97,9 miliar (asumsi kurs Rp17.800/US$), sementara tawaran bantuan dari berbagai negara terus berdatangan.

Baca: Hancur Lebur, Potret 'Gempa Terkuat Abad 21' Guncang Kolombia

(tfa/tfa)
Saksikan video di bawah ini:
Update Gempa M 7,4 Kolombia, 224 Orang Tewas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Belajar dari KOSPI: Benahi Konglomerasi dan Lindungi 30 Juta Investor IHSG
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Dokter Tifa Tetap Hadiri Praperadilan Besok, Roy Suryo: Saya Akan Lawan
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
KPK Periksa Anggota DPRD DKI Bebizie Terkait Kasus Korupsi Batu Bara Kukar
• 25 menit laluokezone.com
thumb
PAN Hormati Megawati Tak Gabung Kabinet: Bukan Musuh Pemerintah
• 8 jam laludetik.com
thumb
Juru Kunci Akui Rusak Makam Mertua Seniman Djaduk: Nggak Pernah Dikasih Duit
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.