Ketika Banjir 4 Tahun di Kampung Bulak Barat Depok Akhirnya Surut...

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Setelah hampir empat tahun berkutat dengan banjir, warga Kampung Bulak Barat, Kelurahan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, kini mulai melihat perubahan.

Genangan yang selama bertahun-tahun mengganggu aktivitas warga telah surut. Namun, surutnya banjir belum sepenuhnya mengembalikan kehidupan warga seperti semula.

Pasalnya, akses jalan yang menghubungkan Kelurahan Cipayung Jaya dan Kelurahan Pasir Putih masih belum dapat digunakan.

Baca juga: Setelah Hampir 4 Tahun Terendam Banjir, Kampung Bulak Barat Depok Mulai Mengering

Banjir Terjadi Sejak 2022

Ketua RT 04 RW 08 Bulak Barat, Effendi, menuturkan, banjir di wilayah tersebut mulai terjadi sekitar 2022.

Mulanya banjir tidak terlalu parah, hanya terjadi sesekali. Air hanya menggenangi sekitar beberapa meter dari Kali Pesanggrahan sehingga rumah warga tidak banyak yang terdampak dan jalan akses masih bisa digunakan.

"Sudah hampir empat tahun, 2022 ya. Cuma waktu itu banjirnya enggak kayak sekarang. (Jembatan) masih bisa dilewati sama masyarakat. Maksudnya kan kalau ini termasuk jalan alternatif, mau ke depok juga dari Sawangan ke sini bisa," ujarnya saat ditemui, Selasa (11/8/2026).

Namun, kondisi tersebut perlahan memburuk sekitar setahun ke belakang.

Baca juga: 5 Titik Banjir di Tangerang Selatan Pagi Ini, Puri Bintaro Indah hingga Kampung Bulak

Aliran Kali Pesanggrahan yang berada di sekitar permukiman warga tidak lagi mampu mengalirkan air dengan baik.

Effendi mengatakan, kondisi semakin parah setelah terjadi sumbatan di bagian kali yang berada di sekitar TPA Cipayung.

Hal ini diakibatkan oleh penahan beton di sekitar lokasi sempat longsor dan masuk ke badan kali sehingga menghambat aliran air.

"Waktu tempo hari tersumbat, di depan itu kan adanya TPA kan, jadi kali itu tertutup sama penahan beton yang gelimpang ke kali, jadi tersumbat," ucapnya.

Baca juga: Atasi Banjir, Pemkot Tangsel Berencana Relokasi Warga Pondok Maharta dan Kampung Bulak

Sampah Warga Turut Memperparah

Selain persoalan sumbatan di sekitar TPA Cipayung, Effendi juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang kerap membuang sampah sembarangan.

Sampah yang menumpuk di aliran kali membuat aliran air semakin tidak lancar. Kondisi itu kemudian memperbesar potensi air meluap ketika debit air meningkat.

"Di samping itu juga dari masyarakat yang suka membuang-buang sampah," kata Effendi.

Kendati demikian, permasalahan tersebut sempat membuat warga harus bergotong royong membersihkan sampah yang menyumbat aliran kali.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Banjir Landa Kampung Bulak Tangsel, Ketinggian Air Mencapai 70 Cm


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkes Kunjungi Pesantren-Permukiman Padat di Jakut, Soroti Risiko Penularan TB
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Habib Bahar bin Smith Kecam Challenge Surat Ad-Dhuha Berhadiah Miras, Sempat Turun Langsung Geruduk Lokasi TSP
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Foto: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang HUT ke-80 RI, Ini Isi dari Perjanjian Roem Royen yang Jadi Salah Satu Momen Penting untuk Kemerdekaan Indonesia
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Foto: Kapal Perang Nazi Muncul dari Sungai Danube
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.