Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD akan kembali dihelat. Pelaksanaan sidang ini rutin digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan. Untuk tahun 2026, sidang akan digelar pada Jumat (14/8/2026). Sidang ini akan diisi dengan Pidato Tahunan Presiden serta penyerahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dari Presiden ke DPR.
Untuk hajat nasional ini, pihak Kesekretariatan Jenderal MPR, DPR, dan DPD melakukan persiapan di lokasi acara tersebut. Ruang sidang utama di Gedung Nusantara atau ”Gedung Kura-kura” tampak sibuk digelar berbagai persiapan acara, seperti terlihat Rabu (12/8/2026). Kesibukan terlihat sejak pagi hingga petang.
Persiapan terlihat mulai dari penyiapan dekorasi, kelengkapan acara, hingga gladi awal untuk acara tersebut. Panggung utama, kursi bagi tamu penting, hingga karpet rute berjalan yang terpasang masih tertutup pembungkus menjadi hal yang mencolok pada persiapan siang itu.
Papan nama penanda tempat duduk yang diperuntukkan bagi para anggota MPR, DPR, dan DPD juga baru. Jika pada Sidang Bersama Tahunan sebelum-sebelumnya masih menggunakan papan nama manual, untuk sidang tahun ini telah diganti dengan model berteknologi sedikit canggih.
Meski masih berupa tampilan monokrom, papan nama baru ini menggunakan tulisan nama secara elektronik dan dikendalikan secara komputerisasi jarak jauh. Beberapa buket bunga kastuba masih tertutup kertas. Wayang golek berukuran besar juga tampak disiapkan untuk menghias beberapa sudut yang dilalui para tamu dan peserta sidang.
Selain persiapan sarana penunjang sidang, panitia penyelenggara juga menggelar gladi tahap awal rangkaian penyelenggaraan acara. Tahapan yang disimulasikan dalam kegiatan ini mulai presiden datang, acara berlangsung, hingga presiden meninggalkan Kompleks Parlemen. Simulasi tersebut dilakukan secara detail.
Beberapa titik ditandai sebagai lokasi presiden turun kendaraan, lokasi salaman antara ketua DPR-MPR-DPD saat menyambut presiden tiba, hingga rute presiden menuju ruang sidang dan meninggalkan ruang sidang. Selain itu, simulasi juga dilakukan sebagai gambaran saat presiden duduk, presiden berpidato, hingga presiden menyerahkan RAPBN 2027 kepada DPR.
Perhelatan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD menjadi babak penting dalam sistem kenegaraan setiap tahun. Acara ini menjadi tempat presiden menyampaikan apa yang telah dikerjakan dan apa yang akan dikerjakan pada waktu mendatang.
Selain itu, penyerahan RAPBN kepada DPR juga menjadi hal yang perlu dicermati bagi seluruh rakyat Indonesia. Bukan pada sisi seremoni penyerahannya, melainkan lebih pada esensi pos anggaran yang disusun dan diajukan pemerintah kepada DPR.
Pengajuan anggaran ini penting diketahui dan menjadi salah satu tolok ukur rakyat, sebagai pemegang kedaulatan tertinggi di negara demokrasi, kepada pemerintah, sebagai pemegang mandat rakyat, dalam memberi gambaran peta jalan bangsa setahun ke depan. Semoga, ada kejutan baru dari pidato kenegaraan ini serta penempatan anggaran yang mewakili harapan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.





