KRL Tanjung Priok Jakut Sempat Terganggu, Ada Kerumunan Warga Dekat Rel

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, sempat terhambat pada Kamis (13/8/2026) pagi.

Vice President KAI Commuter Indonesia (KCI), Karina Amanda, mengatakan, perjalanan terganggu karena adanya kerumunan warga di sekitar rel menuju Stasiun Tanjung Priok.

“Pagi ini di jam 06.20 WIB terjadi gangguan perjalanan Commuterline di Tanjung Priok karena terjadi kerumunan warga di dekat sinyal masuk Stasiun Tanjung Priok dan selanjutnya dalam penanganan pihak yang berwajib,” tutur Karina saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Kamis.

Baca juga: Perjalanan KRL dan Petugas Ditambah Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat HUT Ke-81 RI

Menurut Karina, tujuan keberadaan warga di sana harus dipastikan lagi kepada pihak kepolisian.

Lebih lanjut, Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan mengatakan, sebanyak 4 perjalanan Commuter Line Tanjungpriok mengalami keterlambatan selama 16-30 menit. Secara total, waktu keterlambatan mencapai 90 menit.

Kemudian, kerumunan warga pun dibubarkan. Sekitar pukul 07.01 WIB perjalanan KRL di Stasiun Tanjung Priok pun sudah kembali normal.

Baca juga: Sepenggal Kenangan tentang Siswi SMA yang Tewas Tertabrak KRL di Jurangmangu

Menurut narasi yang beredar di media sosial, kerumunan warga berkaitan dengan penggerebekan Kampung Bahari sebagai salah satu titik rawan narkoba di Jakarta.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kompas.com telah mencoba mengonfirmasi kebenarannya kepada Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Ahmad David.

Namun, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan David.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Telusuri Selisih 2.000 Dolar Singapura dari Amplop Bupati Kuansing ke Raja Juli
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Jangan Lewatkan, Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia Malam Ini
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Aturan Biaya Admin E-Commerce Dipangkas 50% Buat UMKM Diteken Pekan Ini
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Wali Kota Mojokerto Ajak Orang Tua Awasi Aktivitas Digital Anak Cegah Kekerasan
• 16 jam laluberitajatim.com
thumb
Harga Minyak Turun Tipis di Tengah Kekhawatiran Buntunya Perundingan AS-Iran
• 6 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.