Warga di sejumlah wilayah Kalimantan, Indonesia, berjibaku menghadapi kebakaran hutan yang meluas dan menghanguskan tanaman serta area perkebunan pada Kamis (13/8/2026).
Dikutip dari Reuters, kebakaran hutan di sekitar permukiman dekat Pontianak, Kalimantan Barat, membuat rumah-rumah warga diselimuti kabut tebal, menurut warga setempat, Agus Sunggodo.
“Kabutnya tebal dan itu adalah area yang belum pernah terbakar sebelumnya, jadi kebakarannya sangat besar,” kata Agus.
Sementara itu, warga di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mengaku kehilangan tanaman dan perkebunan akibat kebakaran yang diperparah kemarau berkepanjangan sehingga menyulitkan mereka mendapatkan air untuk memadamkan api.
Indonesia diperkirakan menghadapi musim kemarau yang lebih panjang dan parah tahun ini seiring pengaruh El Nino yang meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan, serta polusi udara.
Data Kementerian Kehutanan mencatat sebanyak 107.465 hektare lahan terbakar sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut meningkat 110 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023, ketika Indonesia juga dilanda El Nino.





