JAKARTA, KOMPAS.com - Sosok Imam Basori atau yang akrab disapa Ibas, Ketua RT 11 RW 7, Gandaria Utara, Cilandak, Jakarta Selatan, terus menjadi sorotan karena berbagai inovasi yang diterapkannya di lingkungan yang dipimpinnya.
Bagi Ibas, menjadi ketua RT bukan sekadar mengurus administrasi warga. Ia justru memanfaatkan teknologi dan gotong royong untuk membuat lingkungan lebih aman sekaligus meningkatkan kesejahteraan warganya.
Ibas mengaku telah mengemban tugas sebagai Ketua RT 11 RW 7 sejak sebelum pandemi Covid-19.
Baca juga: Demo Depan Istana, GMNI Gelar Pesta Rakyat dengan Lomba Lari Dikejar Aparat hingga Tarik Tambang
Namanya kemudian menjadi dikenal karena inovasi yang dihadirkan untuk lingkungannya mulai dari gerbang pintar antimaling, kompos keliling, hingga alat pelacak sepeda motor berbasis GPS.
KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA Gerbang akses digital di kawasan RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Langkah inovatif yang dilakukan Ibas bermula dari penyediaan akses WiFi gratis bagi warga. Saat itu, ia tidak mempublikasikan program tersebut.
Sampai akhirnya, Ibas bertemu dengan seorang tokoh publik yang mengubah cara pandangnya.
“Katanya, ‘Sesuatu yang positif harus diviralkan,’” kata Ibas saat ditemui di kediamannya, Rabu (12/8/2026).
Kalimat tersebut kemudian tertanam dalam pikirannya. Ibas mulai membuat berbagai inovasi, salah satunya gerbang khusus dengan akses digital untuk mencegah tindak kejahatan dan memberikan rasa aman kepada warga.
Gerbang pertama dibuat di ujung Gang H. Jeni pada awal Maret 2026. Gerbang tersebut ditutup mulai pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB.
Gerbang dilengkapi mesin yang beroperasi menggunakan panel surya dan merespons sentuhan kartu.
Selama enam jam ditutup, gerbang hanya dapat dibuka menggunakan kartu khusus yang dibagikan Ibas kepada warga.
Baca juga: BNN Gerebek Kampung Bahari Jakut, Sita Senjata Api hingga Tembakau Gorila
Selain menjadi ketua RT, Ibas juga merupakan anggota kepolisian yang bertugas di Mabes Polri. Berdasarkan catatan kepolisian, wilayah tempat tinggalnya termasuk salah satu wilayah yang rawan pencurian sepeda motor.
Berdasarkan data yang dihimpun Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan kasus pencurian sepeda motor terbanyak ketiga pada paruh pertama 2026.
- Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Imam Basori atau Ibas (kiri) saat memasang GPS di sepeda motor warganya.
“Masyarakat kami dulu dianggap sebagai lingkungan yang kurang mendapatkan perhatian khusus, yang dianggap sebelah mata, yang selalu yang dianggap sesuatu hal yang negatif, ya bahkan orang menyebutnya ‘Gotham City-nya Jakarta Selatan,’” jelas Ibas.