Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) saham senilai Rp 1,18 triliun sepanjang perdagangan sesi I hari ini di seluruh pasar (all market). Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, aksi jual besar-besaran ini terjadi di tengah tekanan usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) melaporkan hasil review Agustus 2026 yang mendepak 9 saham di small cap index dan 2 saham di global standard index.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau anjlok 75,51 poin atau 1,18% ke level 6.298,34. Nilai transaksi mencapai Rp 7,81 triliun, volume perdagangan sebesar 17,51 miliar lembar saham, dan frekuensi transaksi sebanyak 1,19 juta kali.
Secara total, transaksi beli asing (foreign buy) tercatat sebesar Rp 1,78 triliun, sementara transaksi jual asing (foreign sell) mencapai Rp 2,96 triliun. Selisih keduanya menghasilkan net foreign sell sebesar Rp 1,18 triliun hingga penutupan sesi I.
Top Net Foreign Sell Sesi ISaham DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa) memimpin daftar saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai jual bersih Rp 147,57 miliar dan volume 150,25 juta saham. Di posisi kedua ada TPIA dengan jual bersih Rp 118,39 miliar (volume 56,68 juta saham), disusul BRPT senilai Rp 82,00 miliar (43,21 juta saham), CUAN Rp 79,16 miliar (93,98 juta saham), dan PTRO Rp 64,41 miliar (12,15 juta saham).
Melengkapi posisi enam hingga sepuluh besar, BRMS dilepas asing senilai Rp 54,89 miliar (87,32 juta saham), BMRI Rp 43,94 miliar (10,69 juta saham), DEWA Rp 41,57 miliar (91,01 juta saham), ISAT Rp 36,49 miliar (14,62 juta saham), dan BUMI Rp 35,74 miliar dengan volume jual terbesar di antara jajaran ini, yakni 195,61 juta saham.
Sementara itu, saham-saham lain yang turut masuk daftar jual asing hari ini antara lain ENRG (-Rp 33,97 miliar), BBRI (-Rp 33,92 miliar), ASII (-Rp 30,48 miliar), TINS (-Rp 28,95 miliar), MBMA (-Rp 22,88 miliar), AMMN (-Rp 21,19 miliar), AADI (-Rp 16,74 miliar), UNTR (-Rp 15,79 miliar), BIPI (-Rp 14,55 miliar), dan BNBR (-Rp 12,50 miliar).
Top Net Foreign Buy Sesi IDi sisi lain, tidak semua saham ditinggalkan asing. Saham BBNI justru menjadi buruan beli asing terbesar dengan nilai Rp 11,08 miliar dan volume 3,08 juta saham. Di bawahnya, GGRM diborong asing senilai Rp 8,61 miliar (427,20 ribu saham), EMAS Rp 6,58 miliar (874,10 ribu saham), ERAA Rp 5,41 miliar (11,57 juta saham), dan PSAB Rp 3,01 miliar (5,93 juta saham).
Posisi enam hingga sepuluh diisi oleh BBTN dengan nilai beli Rp 1,74 miliar (1,43 juta saham), KLBF Rp 1,56 miliar (1,95 juta saham), SRTG Rp 1,52 miliar (832,10 ribu saham), EXCL Rp 1,26 miliar (487,50 ribu saham), dan MGLV Rp 1,15 miliar (121,00 ribu saham).
Saham lain yang juga diborong asing di sesi I meliputi AKRA (Rp 1,15 miliar), NSSS (Rp 1,05 miliar), PRDA (Rp 1,01 miliar), BEEF (Rp 956,41 juta), MTEL (Rp 842,15 juta), DMAS (Rp 823,33 juta), ICBP (Rp 707,42 juta), INDO (Rp 593,69 juta), WMUU (Rp 587,20 juta), dan OASA (Rp 498,87 juta).





