Megawati Ogah PDIP Masuk Kabinet, Gerindra: Pak Prabowo Juga...

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri untuk tetap berada di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat respons dari Partai Gerindra.

Meski PDIP memilih mengambil posisi sebagai penyeimbang, Gerindra memastikan perbedaan sikap politik tersebut tidak menghapus hubungan baik maupun rasa kekeluargaan antarpartai.

Juru bicara Partai Gerindra Bahtra Banong mengatakan pihaknya menghargai keputusan PDIP untuk tidak bergabung ke dalam kabinet pemerintahan Prabowo. Menurutnya, keberadaan partai di luar pemerintahan justru tetap memiliki fungsi penting dalam sistem demokrasi.

"Dalam demokrasi, keberadaan kekuatan politik yang menjalankan fungsi kontrol dan kritik justru penting untuk memastikan mekanisme checks and balances berjalan sehat sehingga pemerintah dapat terus dikawal agar berada di jalur yang pas," katanya kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Anies Baswedan Disebut Presidennya Kabinet Bayangan, Begini Jawabannya

Bahtra juga .engingatkan pesan yang kerap disampaikan Prabowo bahwa perbedaan posisi politik tidak seharusnya membuat hubungan antarkekuatan politik menjadi renggang. Baik partai yang berada di pemerintahan maupun yang mengambil posisi sebagai penyeimbang, kata dia, tetap memiliki tujuan yang sama untuk membangun bangsa.

"Pak Prabowo juga sering menyampaikan kepada semua partai baik partai yang ada di pemerintahan maupun partai yang katakanlah sebagai penyeimbang atau sebagai oposisi bahwa perbedaan pandangan tidak membuat rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan kita hilang untuk terus membangun bangsa," ujarnya.

Menurut Bahtra, hubungan Prabowo dan Megawati juga bukan hubungan yang baru terbentuk. Keduanya memiliki sejarah panjang serta persahabatan yang menurutnya tetap terjaga meski kini berada dalam posisi politik yang berbeda.

"Hubungan antara ketum kami, Presiden Prabowo dan Ibu Megawati memiliki sejarah yang panjang dan juga terjalin cukup baik. Keduanya tentu memiliki persahabatan yang kuat, dan tetap menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati," ucap Bahtra.

Baca Juga: 'Saya Tahu Diri' Mahfud MD Akui Ogah Maju Pilpres 2029

Karena itu, Gerindra tidak menganggap keputusan PDIP untuk berada di luar pemerintahan sebagai persoalan yang harus diperdebatkan.

"Bagi kami, perbedaan posisi politik tidak harus menghilangkan komunikasi, persahabatan, maupun rasa saling menghormati di antara para tokoh bangsa. Karena itu, Gerindra tidak melihat sikap PDI Perjuangan tersebut sebagai sesuatu yang perlu dipersoalkan," jelasnya.

Bahtra turut menegaskan pemerintah akan tetap fokus menjalankan berbagai program strategis yang telah dirancang Prabowo. Ia berharap seluruh kekuatan politik dapat mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara.

"Pemerintahan tentu akan terus bekerja sekuat tenaga agar semua program strategis yang sudah direncanakan Presiden Prabowo bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat," katanya.

"Yang paling penting adalah bagaimana seluruh kekuatan politik tetap menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi ataupun golongan yang bersifat jangka pendek," tambah dia.

Sikap Gerindra tersebut merespons pernyataan Megawati dalam acara Ekspose Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II yang digelar BPIP, Senin (10/8/2026). Dalam pidatonya, Megawati menegaskan Indonesia menganut sistem presidensial sehingga menurutnya istilah oposisi maupun koalisi tidak dikenal seperti dalam sistem parlementer.

"Yang namanya negara kita ini kan namanya adalah dengan sistem presidensial, betul atau tidak? Betul toh, kok saya selalu diomongin oposisi. Memangnya ada di dalam sistem presidensial? No oposisi, tidak ada koalisi," kata Megawati, dikutip Kamis (13/8).

Megawati juga mengungkapkan percakapannya dengan Prabowo terkait posisi PDIP dalam pemerintahan. Ia menyatakan secara langsung bahwa partainya tidak akan masuk kabinet. 

"Makanya saya katakan 'Pak Prabowo, Mas Presiden, saya minta untuk...', saya datang benar ngomong baik-baik saya tidak akan ditawari untuk masuk, 'Saya tidak masuk ke kabinet, Pak, terima kasih banget, saya akan berada di luar sebagai penyeimbang'. Dengerin tuh semua, saya bukan oposisi tahu, enak aja!" tegas Megawati.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korban Pilih Jalur Hukum, Upaya Perdamaian Kasus Pengeroyokan Oleh Oknum Anggota DPRD Bekasi Gagal Tercapai
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Beruntun Dini Hari, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
PSG Juara Lagi, Luis Enrique Tegaskan DNA Juara Les Parisiens
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
[FULL] Tak Ada Luka, Apa Penyebab Kematian Sutrimo? Ini Kata Kompolnas dan Guru Besar Forensik FKUI
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Periksa Eks Dirut BJB Yuddy Renaldi sebagai Tersangka Korupsi Pengadaan Iklan
• 4 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.