Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Beruntun Dini Hari, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan

kompas.tv
6 jam lalu
Cover Berita
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 3.500 meter ke arah Besuk Kobokan pada Minggu (29/3/2026) pagi. (Sumber: ANTARA/HO-PVMBG)

LUMAJANG, KOMPAS.TV - Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Kamis (13/8/2026) dini hari. Dalam waktu kurang dari dua jam, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat meletus tiga kali, dengan letusan terbesar mencapai sekitar 900 meter di atas puncak.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.52 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan kolom letusan mencapai sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 2 menit 26 detik. Letusan disertai gemuruh kuat," kata Sigit dikutip dari Antara.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara.

Belum reda, Semeru kembali erupsi pada pukul 01.45 WIB dengan tinggi kolom sekitar 700 meter di atas puncak.

Dua belas menit kemudian, pada pukul 01.57 WIB, erupsi kembali terjadi dengan tinggi letusan sekitar 900 meter di atas puncak.

Yang menjadi perhatian bukan hanya frekuensi letusannya, tetapi juga wilayah yang harus dihindari karena status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Baca Juga: Kebakaran Bromo Capai 889 Hektar, Begini Update Proses Pemadaman Api | KOMPAS PETANG

Zona Bahaya Semeru yang Harus Dihindari

PVMBG memberikan sejumlah batas aktivitas bagi masyarakat di sekitar Gunung Semeru. Rekomendasinya mencakup:

  • Sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi: masyarakat dilarang melakukan aktivitas.
  • Area 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, di luar batas 13 kilometer tersebut, juga dilarang untuk aktivitas karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
  • Radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru dilarang untuk aktivitas karena rawan lontaran batu pijar.

Sigit mengatakan ancaman tidak hanya berasal dari letusan di kawah. Masyarakat juga diminta mewaspadai awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu dari puncak Semeru.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi 8 Kali Hari Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter, Status Masih Siaga

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat," kata Sigit.

Potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.

Status Level III atau Siaga menjadi dasar rekomendasi pembatasan aktivitas di sekitar Gunung Semeru. Karena itu, setelah tiga kali erupsi dini hari tadi, masyarakat tetap diminta mengikuti batas aman yang telah ditetapkan PVMBG.

Untuk saat ini, informasi yang disampaikan petugas belum menyebut adanya perubahan status dari Level III Siaga.

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok 13-14 Agustus: Ini Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Gunung Semeru
  • erupsi Semeru
  • PVMBG
  • Lumajang
  • gunung api
  • awan panas
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggaran MBG Dikawal Ketat! Purbaya Kerahkan Kanwil Perbendaharaan ke Seluruh Daerah
• 8 jam laludisway.id
thumb
Guna Perkuat Keselamatan dan Pelindungan Santri, Kemenag Susun Pedoman Safeguarding Pesantren
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Buntut Challenge Hafalan Alquran Dapat Miras, Rumah MC Digeruduk Massa
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Korban Tewas Kecelakaan Feri di Zimbabwe Bertambah Jadi 44 Orang
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tes Kepribadian: Gambar Pilar atau Pria yang Pertama Kamu Lihat? Ini Maknanya!
• 16 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.