REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Nurhidayat alias Abuy, tukang cukur di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dibentak-bentak rombongan camat karena tak pasang bendera merah putih, meminta maaf. Dalam video yang beredar di media sosial, Abuy merespon dengan santai.
Sembari memegang bendera merah putih, Abuy memohon maaf jika perkataanya tentang 'Indonesia belum merdeka'. "Saya Nurhidayat atau Apuy selaku pengusaha pangkas rambut yang berada di pasar kambing. Dengan ini saya menyatakan permohonan maaf atas ucapan saya kemarin yang mengatakan bahwa Indonesia itu belum merdeka. Sebenarnya itu salah. Indonesia sudah merdeka. Merdeka!" ucap Abuy sambil tersenyum.
Baca Juga
Gegara tak Pasang Bendera, Tukang Cukur di Bogor Dibentak-bentak Rombongan Camat Rancabungur
Dedi Mulyadi Sayembarakan Tangkap Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih
Polisi Selidiki dan Kejar Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung
Diberitakan sebelumnya, Abuy dibentak-bentak seorang pria yang mengaku sebagai perwakilan kecamatan. Abuy diintimidasi usai belum memasang bendera merah putih saat kiosnya didatangi Camat Rancabungur, Dita Aprilia. Dalam video yang viral di media sosial, Abuy didatangi pihak kecamatan dan seorang pria di kios pangkas rambutnya, Jumat (7/8/2026) siang. Saat itu, Abuy sedang mencukur rambut pelanggannya. .rec-desc {padding: 7px !important;} Camat Dita meminta Abuy memasang bendera, tetapi mengak belum punya dan meminta kepada Dita. Namun, Dita meminta Abuy membeli sendiri sebelum akhirnya pergi ke luar kios. Penolakan Abuy kepada Dita itu pun direspon seorang pria yang ikut dalam rombongan pihak Kecamatan Rancabungur. Pria itu mengambil video sembari mempertanyakan alasannya belum memasang bendera merah putih dengan nada tinggi. Abuy dibentak-bentak. "Kenapa belum memasang bendera?" "Kata siapa udah merdeka," jawab Abuy. Pria itu terus melontarkan pertanyaan dengan nada tinggi. Sementara Abuy yang sedang mencukur rambut pelanggan meminta sang perekam untuk tidak mengganggunya. "Sana aja lagi kerja jangan ganggu," kata Abuy. Video berakhir setelah seorang pria datang dan meminta sang perekam berhenti. "Udah jangan diganggu, lagi kerja."