BNPB Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa dalam Karhutla di Kukar dan Paser

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kutai Kartanegara: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dodi Yuleova mengatakan karhutla di dua kabupaten tersebut terjadi secara beruntun dengan total area terbakar mencapai 20 hektare.

"Kebakaran hutan dan lahan melanda Kelurahan Muara Sanga-sanga, Kecamatan Sanga-sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Selasa (11 Agustus 2026) sekitar pukul 15.20 WIB. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 15 hektare dan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini," kata Dodi, dilansir dari Antara, Kamis, 13 Agustus 2026.
 

Baca Juga :

Karhutla Hanguskan 20 Hektare Lahan di Kukar dan Paser

Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara langsung dikerahkan ke lokasi begitu menerima laporan warga. Mereka melakukan tindakan pemadaman dan melokalisasi pergerakan titik api agar tidak meluas.

Sementara itu pada hari yang sama, karhutla juga melanda wilayah Kabupaten Paser yang tersebar di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Muara Komam, Tanah Grogot, dan Pasir Belengkong.


Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Bawang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. ANTARA/HO-BPBD Kaltim


Adapun rincian area terdampak di Paser meliputi Desa Beras Jiring di Kecamatan Muara Komam, Desa Tanah Grogot dan Desa Tepian Batang di Kecamatan Tanah Grogot, serta Desa Damit di Kecamatan Pasir Belengkong, dengan total luas lahan terbakar mencapai lima hektare.

"Di Paser pemadaman menggunakan peralatan sederhana, pengerahan water truck, serta pembuatan sekat bakar untuk mengisolasi kobaran api," ungkapnya. 

Pihaknya mengimbau seluruh pihak dan masyarakat di Kalimantan Timur untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Tujuannya mencegah munculnya titik api baru di tengah periode musim kemarau.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dinasti Bisnis Presiden Mendadak Tumbang, Ternyata Ini Penyebabnya
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kebakaran Bromo Capai 889 Hektar, Begini Update Proses Pemadaman Api | KOMPAS PETANG
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Kejanggalan dalam Kematian Sutrimo, Polisi Ungkap Barang Milik Sutrimo Belum Diserahkan
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Menteri PANRB Apresiasi Layanan Omnikanal MPP Sumedang
• 2 jam laludisway.id
thumb
KPK Telusuri Selisih 2.000 Dolar Singapura dari Amplop Bupati Kuansing ke Raja Juli
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.