Orang tua mendiang driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan, tidak berkenan foto dan konten anaknya digunakan untuk memperingati setahun meninggalnya sang anak. Affan meninggal terlindas rantis Brimob 28 Agustus 2025.
Hal tersebut ditegaskan oleh ayah mendiang Affan, Zulkifli yang ditemani sang istri Erlina, merespons kabar adanya peringatan setahun wafatnya Affan.
"Kami keluarga juga tidak berkenan foto almarhum, konten-konten tentang almarhum dan kegiatan apa pun yang mengatasnamakan almarhum," kata Zulkifli dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (13/8).
Zulkifli berharap kepada seluruh rekan seprofesi Affan dan kepada masyarakat luas untuk tidak perlu adanya peringatan yang berlebihan terkait kematian anaknya.
"Saya sekeluarga mengerti dan memahami semangat dari rekan-rekan almarhum tapi kami dari pihak keluarga hanya meminta doa kepada rekan-rekan untuk almarhum agar dilapangkan kuburnya, diampuni dosanya dan diterima amal ibadannya," ucap Zulkifli.
"Karena kami dari keluarga juga hanya melakukan pengajian dan doa bersama di masjid terdekat," lanjutnya.
Zulkifli berharap, kepada rekan-rekan almarhum Affan untuk dapat mengerti dan menghormati keputusan keluarga demi ketenangan almarhum.
"Demikian yang kami sampaikan, sekali lagi kami imbau kepada rekan-rekan almarhum hanya memberikan doa tanpa adanya kegiatan yang berlebihan demi ketenangan almarhum," pungkasnya.
Affan wafat karena terlindas saat demo ricuh di wilayah Pejompongan. Momen itu terekam, lalu viral di media sosial. Terlihat, Affan terjatuh di tengah jalan kemudian ditabrak dan dilindas mobil rantis Brimob Polda Metro Jaya.
Usai menabrak Affan, mobil itu malah tetap melaju dan dikejar oleh warga dan pengendara ojol lainnya. Massa sempat melempari mobil dengan batu dan kayu. Namun demikian, mobil terus melaju.
Tujuh anggota Brimob berada di dalam mobil tersebut. Dua di antaranya dinyatakan bersalah.





