Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui Danantara Investment Management (DIM) mulai menghitung kebutuhan investasi untuk membeli saham Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rangka proses demutualisasi.
Managing Director Global Business Development, Corporate Finance & Investments Danantara, Djamal Attamimi, menyebut besaran saham yang akan diambil Danantara masih dalam pembahasan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan manajemen BEI.
“Kalau itu kita masih diskusikan, kita masih koordinasikan dengan OJK dan manajemen BEI juga,” kata Djamal ketika ditemui wartawan di gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/8).
Menurut Djamal, penentuan persentase kepemilikan nantinya mempertimbangkan kebutuhan permodalan dan pengembangan infrastruktur BEI.
“Tapi nanti tentunya penentuan presentasinya itu juga melihat kebutuhan permodalan, pengembangan infrastruktur yang perlu dilakukan supaya kapitalisasi pasarnya bisa meningkat dengan membawa investor dari luar negeri lebih banyak dan juga dari partisipasi dari investor dalam negeri,” ucap dia.
Djamal mengatakan, besaran dana yang perlu disiapkan Danantara juga akan bergantung pada valuasi BEI dan persentase saham yang nantinya diambil.
“Tapi kita melihat objektif utamanya itu adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kapitalisasi pasar terutama dibandingkan dengan GDP. Karena misalnya aja kalau di Indonesia mungkin pada saat ini kita kapitalisasinya itu antara 50-60 persen dari GDP,” jelas Djamal.
Sebagai perbandingan, Djamal menyebut kapitalisasi pasar di sejumlah negara seperti Malaysia dan India telah mencapai sekitar 100-120 persen dari PDB.
Djamal juga menuturkan, belum ada keputusan apakah Danantara nantinya bakal menjadi pemegang saham pengendali BEI. Hal itu, kata dia, masih bergantung pada syarat dan ketentuan yang disepakati bersama dengan anggota bursa lainnya.
“Itu juga tergantung nanti dari terms and conditions yang akan disetujui bersama dengan para anggota Bursa yang lainnya,” ungkapnya.
Meski demikian, jika Danantara menanamkan modal dalam jumlah besar, pihaknya berharap bisa memberikan masukan terhadap pengelolaan dan pengembangan di BEI.





