Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan segera mengganti penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dengan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Ia menyampaikan rencana tersebut saat meresmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Prabowo menempatkan pengembangan CNG sebagai salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi dari luar negeri. “Kita akan segera ganti LPG menjadi CNG,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, konsumsi LPG domestik saat ini mencapai 8,6 juta ton per tahun. Namun, kapasitas produksi dalam negeri baru berada pada kisaran 1,6 juta hingga 1,7 juta ton per tahun. Kesenjangan antara kebutuhan dan produksi tersebut membuat Indonesia masih harus mengimpor sekitar 7 juta ton LPG setiap tahun.
Selain mengganti LPG dengan CNG, pemerintah menjalankan sejumlah program untuk menekan impor energi, salah satunya yakni menerapkan program biodiesel B50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor solar. Prabowo menargetkan penerapan B50 dapat membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga memberikan perintah kepada jajaran kabinetnya untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Prabowo menargetkan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya mencapai 100 gigawatt (GW) dalam empat tahun.
“Tapi tahun ini saja target kita adalah 30 GW. PLN harus tinggalkan pembangkit listrik dari diesel kurang lebih 13 GW, harus segera kita tinggalkan,” ujar Prabowo.
Pemerintah juga mendorong penggunaan listrik sebagai sumber energi utama untuk berbagai kebutuhan, mulai dari motor dan mobil listrik, bus listrik, hingga traktor listrik.
Prabowo mengatakan pemerintah juga bakal memberikan insentif untuk menekan bunga cicilan pembelian motor listrik. Menurut dia, kebijakan tersebut ditujukan untuk membuat motor listrik lebih terjangkau bagi masyarakat. “Kita akan turunkan bunga cicilan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP,” ujarnya.
Tak hanyab itu, pemerintah tengah mempertimbangkan skema tukar tambah bagi masyarakat yang telah memiliki motor berbahan bakar bensin. Melalui skema tersebut, masyarakat dapat menyerahkan motor lamanya untuk mendapatkan motor listrik baru dengan menambah sejumlah biaya tertentu.
Menurut Prabowo, peralihan ke energi listrik juga dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM) impor. Menteri Pertahanan 2019-2024 itu menyebut Indonesia mengeluarkan devisa sekitar US$28 miliar hingga US$30 miliar setiap tahun untuk impor BBM.
“Dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman. Kita akan lebih Sejahtera,” kata Prabowo.




