Kisah Nasabah BNI, Membangun Fondasi Masa Depan Keluarga Lewat Aplikasi wondr

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus mengembangkan layanan perbankan digital untuk membantu nasabah mengelola keuangan, membagi dana berdasarkan kebutuhan, serta merencanakan berbagai tujuan finansial keluarga.

Manfaat layanan tersebut dirasakan Agis Sukma Sejati, nasabah BNI sekaligus salah satu pemenang hadiah sepeda motor dalam program rejeki wondr BNI 2025. Agis memanfaatkan aplikasi wondr by BNI untuk mengatur tabungan dan memisahkan dana kebutuhan sehari-hari dari rencana keuangan jangka panjang.

Menurut Agis, bertambahnya tanggung jawab dalam keluarga membuat pengelolaan keuangan perlu dilakukan secara lebih disiplin dan terencana. Kemudahan mengakses layanan perbankan melalui aplikasi dinilai membantunya menjaga konsistensi dalam menabung.

"BNI menjadi ruang yang aman untuk menyimpan hasil kerja keras kami. Setiap kali ada saldo yang bertambah, rasanya seperti melihat fondasi masa depan keluarga semakin kuat," ujar Agis.

Dia mengatakan, pemisahan dana berdasarkan kebutuhan membuat keuangan keluarga menjadi lebih tertata. Dengan cara tersebut, pengeluaran rutin tetap dapat dipenuhi tanpa mengabaikan berbagai rencana yang ingin dicapai pada masa mendatang.

"Kami jadi lebih disiplin membedakan kebutuhan hari ini dengan tujuan jangka panjang," katanya.

Agis juga menilai layanan digital memberikan fleksibilitas karena aktivitas perbankan dapat dilakukan kapan saja. Kemudahan tersebut membantunya memantau dan mengelola dana keluarga tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.

Bagi Agis, layanan perbankan tidak hanya digunakan untuk menyimpan dan melakukan transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kebiasaan finansial yang lebih baik.

"Kalau keluarga diibaratkan tim yang sedang mendaki gunung impian, BNI menjadi mitra yang menyediakan perbekalan agar perjalanan kami terasa lebih terarah. Dengan dukungan layanan yang mudah dan praktis, kami bisa lebih fokus mewujudkan cita-cita keluarga selangkah demi selangkah," tuturnya.

Terpisah, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, perubahan perilaku nasabah dalam mengelola keuangan, seperti yang tercermin dalam pengalaman Agis, menjadi salah satu pendorong transformasi layanan BNI.

Menurut Putrama, perbankan kini tidak hanya berperan sebagai tempat menyimpan dana, tetapi juga sebagai mitra yang membantu nasabah membangun kebiasaan finansial yang lebih baik.

"Kami bangga ketika layanan BNI dapat menjadi bagian dari perjalanan nasabah. Bagi kami, keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah transaksi, tetapi juga dari sejauh mana layanan yang kami hadirkan mampu membantu keluarga Indonesia mengelola keuangan secara lebih bijak, mewujudkan rencana masa depan, dan menjalani setiap langkah dengan lebih tenang," ujar Putrama.

Baca Juga: Gandeng BNI, Diaspora Indonesia Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda

Baca Juga: IHSG Diprediksi Kembali Menguat, Ini 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas

Dia menambahkan, semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan BNI yang telah memasuki usia delapan dekade. Melalui tema HUT ke-80 BNI, Swadharma Bhakti Nagara, perseroan meneguhkan komitmennya untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi keuangan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui pengembangan layanan digital, BNI berupaya membantu nasabah mengatur keuangan secara lebih praktis, membangun kebiasaan finansial yang sehat, serta mempersiapkan kebutuhan masa depan secara lebih terencana.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Xavi Hernandez Resmi Latih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030: Era Baru Sepak Bola Dimulai
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Diresmikan Presiden, 5 Jembatan Merah Putih di Wilayah PMJ Dukung Akses Warga
• 6 jam laludetik.com
thumb
KPK Periksa Anggota DPRD DKI Bebizie Terkait Kasus Korupsi Batu Bara Kukar
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Persiapan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Mencapai 90%
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah: Bukan Rp 300 T, tapi Rp 28 T
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.