HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PSM Makassar mendapatkan tambahan pengalaman besar di lini tengah setelah resmi mendatangkan Navarone Foor untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Gelandang berusia 34 tahun tersebut bukan nama asing dalam sepak bola Belanda. Foor memiliki pengalaman panjang bermain di kompetisi profesional Negeri Kincir Angin, termasuk mencicipi Eredivisie dan Liga Europa.
Kedatangannya ke PSM juga memiliki cerita tersendiri. Foor memiliki darah Toraja dan Maluku sehingga musim ini dia akhirnya memperkuat klub dari tanah leluhurnya.
Dengan pengalaman tersebut, Foor berpotensi menjadi salah satu rekrutan paling penting PSM pada musim 2026/2027.
Apalagi, karakter permainannya dapat memberikan pengalaman berbeda di lini tengah Pasukan Ramang yang tengah dibentuk pelatih Darije Kalezic.
Pernah Bermain di Eredivisie
Foor menghabiskan sebagian besar kariernya di sepak bola Belanda.
Dia mulai mendapatkan kesempatan bermain di Eredivisie ketika memperkuat NEC Nijmegen pada musim 2011/2012. Foor kemudian tetap bermain di kasta tertinggi Belanda hingga musim 2013/2014.
Pengalaman tersebut berlanjut ketika dia memperkuat Vitesse.
Bersama klub tersebut, Foor kembali tampil di Eredivisie sejak musim 2016/2017 hingga 2019/2020.
Foor juga sempat memperkuat Cambuur dan kembali merasakan atmosfer Eredivisie pada musim 2022/2023.
Artinya, pengalaman Foor di level tertinggi sepak bola Belanda bukan sekadar satu musim.
Dia telah berhadapan dengan sejumlah klub dan pemain top Eropa selama bertahun-tahun.
Punya Pengalaman di Liga Europa
Pengalaman Foor juga tidak berhenti pada kompetisi domestik.
Saat memperkuat Vitesse, dia tampil di Liga Europa pada musim 2017/2018 dan 2018/2019.
Pengalaman bermain di kompetisi Eropa tersebut menjadi nilai tambah bagi PSM.
Foor datang bukan sebagai pemain yang baru mengenal sepak bola profesional. Dia sudah memiliki pengalaman menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi dan atmosfer kompetitif.
Pengalaman itu bisa menjadi modal penting bagi PSM yang ingin membangun skuad lebih kompetitif musim depan.
Darah Toraja dan Maluku
Kedatangan Foor ke Makassar juga memiliki nilai emosional.
PSM memperkenalkan Foor sebagai pemain berdarah Toraja dan Maluku yang akhirnya bermain untuk klub dari tanah leluhurnya.
Hal tersebut membuat kehadirannya terasa berbeda dibandingkan rekrutan asing lainnya.
PSM bahkan menyambut Foor sebagai pemain yang kembali ke tanah leluhur.
“Selamat datang di tanah leluhurmu, Kaka Nava. Playmaker berpaspor Belanda dengan darah Toraja-Maluku yang sangat kental, memutuskan untuk membela tim dari tanah leluhurnya musim ini.”
Kini, Foor memiliki kesempatan untuk membuktikan kemampuannya di sepak bola Indonesia.
Pernah Masuk Radar Timnas Indonesia
Nama Foor juga pernah dikaitkan dengan Timnas Indonesia.
Ketika Shin Tae-yong masih menangani Skuad Garuda, Foor sempat masuk dalam pembicaraan mengenai pemain keturunan yang berpotensi dinaturalisasi.
Namanya pernah disebut bersama sejumlah pemain yang kemudian menjadi bagian dari Timnas Indonesia, seperti Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, dan Thom Haye.
Meski pada akhirnya Foor tidak menjadi bagian dari proses naturalisasi tersebut, fakta itu menunjukkan bahwa kualitasnya pernah mendapat perhatian dalam proyek pembentukan Timnas Indonesia.
Kini, dia justru datang ke Indonesia melalui jalur berbeda.
Foor tidak bergabung dengan Timnas, tetapi memperkuat salah satu klub dengan sejarah panjang di Indonesia, PSM Makassar.
Bisa Jadi Pembelian Terbaik PSM
Dari sisi usia, Foor memang bukan pemain muda. Namun, pengalaman menjadi nilai yang tidak bisa diabaikan.
Pada musim terakhirnya bersama VVV-Venlo di Eerste Divisie, Foor mencatatkan 36 penampilan dengan torehan dua gol dan enam assist di semua kompetisi.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa dia masih mampu memberikan kontribusi ketika berada di lapangan.
PSM tentu berharap pengalaman Foor bisa memberikan pengaruh langsung terhadap permainan tim.
Kalezic membutuhkan pemain yang mampu membantu mengontrol permainan, membaca situasi pertandingan, sekaligus menjadi penghubung antarlini.
Jika mampu menjalankan peran tersebut, Foor bisa menjadi salah satu pembelian paling penting PSM musim ini.
Apalagi, pengalaman panjangnya di Eropa dapat memberikan warna baru bagi lini tengah Pasukan Ramang.
Foor kini tidak sekadar datang membawa status pemain berdarah Toraja-Maluku.
Dia datang dengan pengalaman Eredivisie, Liga Europa, serta perjalanan panjang sepak bola profesional Belanda.
Dan jika seluruh pengalaman tersebut bisa diterjemahkan ke dalam permainan PSM, Navarone Foor berpeluang menjadi salah satu pembelian terbaik Juku Eja pada musim 2026/2027.





