UHO Dampingi Peternak Kolaka Timur Kembangkan Pakan Fermentasi Jerami Berbasis Bioprobiotik Lokal

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, KOLAKA TIMUR – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Halu Oleo (UHO) terus mendorong penerapan teknologi peternakan ramah lingkungan.

Program bertajuk Inovasi Teknologi Pakan Fermentasi Jerami Berbasis Bioprobiotik Lokal untuk Mendukung Ekonomi Sirkular dan Green Livestock Poktan Mattiro Deceng” tersebut dilaksanakan di Desa Bou, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur.

Ketua Tim Pelaksana UHO, Ekajayanti Kining, S.Si., M.Si., mengatakan program ini telah berjalan sejak April 2026 dan memasuki tahap pendampingan intensif kepada peternak sebagai upaya memastikan teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Pendampingan dilakukan secara rutin, kurang lebih setiap tiga minggu sekali. Pada kunjungan 2 Agustus 2026, kami melakukan evaluasi terhadap kualitas pakan fermentasi yang telah diproduksi kelompok tani, sekaligus memulai pemberian pakan tersebut kepada sapi percontohan,” ujar Ekajayanti.

Dalam kegiatan melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek Tahun 2026 ini tim pelaksana juga memantau kedisiplinan anggota kelompok dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP).

Kemudian melakukan pencatatan biaya dan produksi pakan, serta mendiskusikan berbagai kendala teknis maupun kelembagaan yang dihadapi peternak selama proses implementasi program.

Menurut Ekajayanti, program ini dirancang untuk menjawab persoalan tingginya biaya pakan ternak sekaligus memanfaatkan potensi jerami padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Jerami padi merupakan limbah pertanian yang melimpah di wilayah ini. Melalui teknologi fermentasi berbasis bioprobiotik lokal, jerami dapat diolah menjadi pakan bernilai tambah yang lebih berkualitas dan ekonomis bagi peternak,” jelasnya.

Ia menambahkan, inovasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan ekonomi sirkular di sektor pertanian dan peternakan. Limbah pertanian yang sebelumnya berpotensi dibakar kini dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pakan ternak.

“Selain menekan biaya produksi, program ini diharapkan mampu mengurangi praktik pembakaran jerami di lahan pertanian yang berdampak terhadap lingkungan. Kami ingin membangun sistem peternakan yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.

Program ini melibatkan Tim Pelaksana UHO yang terdiri atas Ekajayanti Kining, S.Si., M.Si. sebagai ketua, Dr. Ir. Fuji Astuty Auza, S.Pt., M.P., IPM, Ilhamurrahman M. Hubaib, M.Pd., serta mahasiswa. Kegiatan juga mendapat dukungan dari Kelompok Tani Mattiro Deceng yang dipimpin H. Darman, aparat Desa Bou, dan para peternak setempat.

Melalui evaluasi tengah program, tim pelaksana membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan untuk mengukur dampak penerapan teknologi terhadap kualitas pakan, efisiensi usaha ternak, dan peningkatan kapasitas peternak.

Ekajayanti berharap pendampingan yang dilakukan dapat meningkatkan kemandirian peternak dalam mengelola pakan berbasis sumber daya lokal sekaligus memperkuat kelembagaan kelompok tani-ternak di Desa Bou.

“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani-peternak melalui perbaikan pakan dan manajemen usaha ternak. Program ini juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals, khususnya tanpa kelaparan dan konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab, sekaligus mendukung agenda hilirisasi dan pembangunan dari desa,” pungkasnya. (ams)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tahap Awal Revitalisasi, Puluhan Kios di Depan Stasiun Tulungagung Dibongkar
• 14 jam laluberitajatim.com
thumb
Indonesia di Antara Swasembada dan Ketergantungan Impor Beras
• 13 jam lalukompas.id
thumb
APL Akui Perambahan Hutan Lindung di Loeha Lutim dan Protes Penangkapan 3 Warga oleh Gakkum
• 13 jam laluterkini.id
thumb
Korban Tewas Akibat Gempa Capai 265 Orang, Kolombia Umumkan 3 Hari Berkabung Nasional
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Soal Rencana Utang Rp786 M, DPRD Jember Sudah Temui PT SMI
• 2 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.