Syukuran Kemerdekaan Ke-79 Pakistan dan Indonesia di MKR Surabaya: Eratkan Persaudaraan Melalui Makanan

beritajatim.com
1 jam lalu
Cover Berita

Surabaya (beritajatim.com) – Perayaan Hari Kemerdekaan ke-79 Pakistan dan Republik Indonesia berlangsung penuh kehangatan di Mavo Khan Restaurant (MKR) Ampel, Surabaya.

Acara syukuran ini digelar dengan tujuan utama untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat Pakistan dan warga negara Indonesia.

“Untuk semua saudara saya di Indonesia, Selamat Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Dan Alhamdulillah, Pakistan juga akan merayakan; besok adalah Hari Kemerdekaan Pakistan,” ungkap Owner Restoran MKR Pakistan, Rafiullah, Kamis (13/8/2026).

Konsep persaudaraan melalui makanan ini sukses menarik perhatian sejumlah akademisi dari Universitas Airlangga, warga negara Indonesia, hingga mahasiswa Pakistan yang kuliah di Surabaya. Momen silaturahmi ini dimanfaatkan untuk menyajikan beragam makanan khas Pakistan yang dihidangkan spesial, seperti Nasi Biryani yang kaya rempah, Chicken Karahi, dan hidangan penutup manis khas Asia Selatan.

“Saya, dan dari seluruh tim Restoran MKR kami, serta dari seluruh bangsa Pakistan kami, dan terkhusus anak-anak saya yang datang dari Pakistan mereka adalah pelajar. Jadi saya ucapkan pada momen yang baik ini untuk semua saudara saya dari Pakistan, Selamat Hari Kemerdekaan Pakistan, ya,” tutur Rafiullah.

Kebersamaan lintas budaya yang tercipta dalam satu meja makan tersebut diharapkan mampu menjadi simbol perdamaian dan kerukunan bagi kedua bangsa. Sebagai tuan rumah, Rafiullah memanjatkan doa terbaik agar sinergi positif ini tidak lekang oleh waktu dan terus membawa keberkahan bersama.

“Dan saya berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar persahabatan Pakistan dan Indonesia berumur panjang, dan juga kesuksesan sepanjang masa bagi Indonesia dan Pakistan. Dan semoga selalu terjalin persahabatan yang baik antara Pakistan dan Indonesia, serta hubungan yang baik antara Pakistan dan Indonesia,” tambahnya.

Rasa bahagia atas perayaan silang budaya ini turut dirasakan oleh Areej Kasana, seorang mahasiswa S2 asal Universitas Wahid Hasyim Semarang. Menurut Areej, bahwa mengundang dan melibatkan masyarakat lokal dalam acara kebangsaan negaranya adalah langkah penting untuk beradaptasi.

“Karena kita tinggal di Indonesia. Jadi jika kita tidak berbicara dengan orang Indonesia, bagaimana kita bisa belajar tentang budaya Indonesia? Kami juga berpikir bahwa orang Pakistan sangat ramah, dan kami ingin persahabatan ini terus terjalin,” kata Areej saat menghadiri acara tersebut.

Kuliner terbukti menjadi jembatan diplomasi sosial yang sangat efektif untuk memperkenalkan warisan suatu bangsa kepada khalayak luas. Lewat syukuran ini, para tamu dan mahasiswa dapat melakukan pertukaran pikiran sembari bertegur sapa dalam suasana yang mencerminkan kekayaan ragam budaya.

“Selain itu, kami ingin memperkenalkan makanan kami kepada kalian. Ini semua adalah makanan tradisional dan nasional kami. Makanan ini sangat lezat dan enak. Jadi, jika kami mengundang warga dari negara lain, kami bisa mengetahui persepsi mereka tentang Pakistan,” jelas Areej.

Keramahan luar biasa yang disuguhkan oleh MKR membuat suasana perayaan bagi para perantau persis seperti sedang berada di negara asal mereka. Pelayanan yang tulus dan penuh perhatian dari sang pemilik menjadi alasan kuat mengapa banyak pengunjung dari luar kota rela datang kembali.

“Saya sebenarnya tinggal jauh dari sini, saya dari Semarang. Saya menempuh perjalanan 5 jam demi makanan ini. Dan saya datang lagi dan lagi. Ini adalah keempat kalinya saya ke MKR. Beliau selalu datang menghampiri dan bertanya, ‘Apakah kalian butuh sesuatu? Apakah ada masukan?’ Karena hal inilah kami datang lagi. Beliau memberikan kami banyak perhatian dan kasih sayang. Jadi karena itulah, ya, bisa dibilang kami sudah seperti putrinya,” pungkas Areej. [asg/but]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengolah Potensi Pesisir, Menjaga Penghidupan Warga
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Geger! Iran Tuntut US$300 Miliar, Trump Balik Tuntut Ganti Rugi Puluhan Tahun Akibat Tindakan Iran dan Proksinya
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Tangani Kebakaran, Tengah Malam Wagub Emil Patroli Cek Titik Api di Bukit Kingkong Bromo
• 4 jam laluberitajatim.com
thumb
Ingatkan Pegawai, Ketua MK: Jangan Mudah Dipengaruhi, Kepercayaan Publik Harus Dijaga
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Tiga sikap MUI Jakut kecam dugaan penistaan agama, imbau tetap tenang
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.