- Bupati Kediri Mas Dhito menyatakan siap membantu penguatan jalan usaha tani sepanjang sekitar 450 meter di perbatasan Ngancar-Pandantoyo.
- Penguatan jalan akan didukung melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan berada di sisi Jembatan Perintis Garuda Merah Putih.
- Jembatan tersebut memiliki bentang 18 x 3 meter dan dibangun melalui sinergi Pemkab Kediri dengan Kodim 0809/Kediri.
- Kodim 0809/Kediri menargetkan 14 titik jembatan, dengan sembilan di antaranya telah selesai dan dapat dimanfaatkan warga.
Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyatakan kesiapannya mengakomodasi usulan penguatan jalan usaha tani di perbatasan Desa Ngancar dan Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Ruas jalan sepanjang sekitar 450 meter tersebut akan mendapat dukungan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
Komitmen itu disampaikan Mas Dhito, sapaan Hanindhito, saat menghadiri peresmian Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang menghubungkan Desa Ngancar dan Desa Pandantoyo, Kamis (13/8/2026) siang.
“Tadi ada jalan dengan ruas kurang lebih 450 meter yang diminta Bu Kades untuk diperkuat kita akan berikan nanti, kita bantu BKK (Bantuan Keuangan Khusus) sifatnya,” kata Mas Dhito.
Jalan usaha tani yang diusulkan untuk diperkuat tersebut berada di wilayah Desa Pandantoyo, tepat di sisi jembatan. Sementara jalan yang berada di wilayah Desa Ngancar diketahui telah dalam kondisi beraspal.
Penguatan jalan tersebut diharapkan dapat mendukung akses masyarakat, khususnya aktivitas pertanian di kawasan perbatasan kedua desa. Infrastruktur jalan usaha tani menjadi bagian penting dalam menunjang mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian dari lahan menuju kawasan permukiman maupun akses transportasi utama.
Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang diresmikan tersebut memiliki panjang bentang 18 x 3 meter. Pembangunannya dilakukan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Kediri dengan jajaran Kodim 0809/Kediri.
Peresmian jembatan tersebut juga menjadi bagian dari agenda peresmian sejumlah infrastruktur jembatan secara serentak di berbagai daerah. Pada hari yang sama, Polres Kediri menggelar tasyakuran revitalisasi Jembatan Merah Putih di Kecamatan Kandangan.
“Jadi serentak (secara nasional) diresmikan di beberapa titik oleh Bapak Presiden, hari ini untuk Kabupaten Kediri ada dua titik di Kandangan dan Ngancar,” ungkap Mas Dhito.
Dengan selesainya pembangunan dan revitalisasi tersebut, Mas Dhito meminta masyarakat ikut menjaga serta merawat jembatan. Menurutnya, infrastruktur yang telah dibangun perlu dipelihara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Selain mendukung akses masyarakat, keberadaan jembatan juga diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah. Terlebih, jembatan yang menghubungkan dua desa dapat mempermudah aktivitas warga yang sebelumnya terkendala kondisi akses penyeberangan.
Sementara itu, Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah mengungkapkan, terdapat 14 titik jembatan yang menjadi target program di wilayah Kodim 0809/Kediri. Dari jumlah tersebut, sembilan jembatan telah selesai dibangun dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
“9 jembatan itu sudah selesai semua dan bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar,” terangnya.
Dhavid menjelaskan, pembangunan jembatan merupakan salah satu program unggulan TNI Angkatan Darat. Program tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat melalui pembangunan maupun perbaikan infrastruktur yang dibutuhkan warga.
Selain pembangunan jembatan, TNI Angkatan Darat juga memiliki program TNI Manunggal Air Bersih. Program tersebut mencakup penyediaan akses air bersih serta pembangunan sumur bor yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.
“Warga kabupaten Kediri yang membutuhkan air silahkan laporkan ke kita. Kita ada program dari Angkatan Darat untuk air bersih, ada pula sumur bor untuk keluarga maupun pertanian,” ucapnya.
Dukungan terhadap jalan usaha tani di perbatasan Ngancar-Pandantoyo selanjutnya akan diarahkan melalui skema BKK. Sementara jembatan yang telah selesai dibangun diharapkan menjadi penghubung yang memperkuat aktivitas masyarakat kedua desa serta mendukung mobilitas sektor pertanian. [ADV PKP/nm]




