JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memerintahkan Bea Cukai untuk tidak berhenti pada penindakan terhadap pembawa emas dalam kasus penyelundupan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
Ia meminta jaringan di balik aksi tersebut dibongkar, termasuk menelusuri asal emas, penerima, hingga pihak yang diduga menjadi pengirim.
Purbaya mengatakan, dalam waktu kurang dari 24 jam, Bea Cukai menemukan dua modus berbeda dalam upaya penyelundupan emas.
BACA JUGA:Geger! Emas Rp63 Miliar Hendak Diselundupkan ke Hong Kong dan Dubai, Modusnya Mirip Narkoba
Modus pertama dilakukan dengan menyembunyikan emas di area kemaluan dan dubur.
Sementara pada kasus lainnya-- penyelundup memanfaatkan oknum ground handling untuk membawa emas kepada penumpang.
"Dengan mengkombinasikan teknologi pemeriksaan, analisis resiko, analisis data penumpang, pengawasan lapangan serta sinergi dengan seluruh stakeholder bandara itu bisa terjadi," kata Purbaya di Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Kamis, 13 Agustus 2026.
BACA JUGA:Momen Purbaya Duduk 30 Menit di Kelas, Lihat Langsung Penggunaan Papan Digital IFP
Menurut dia, pengungkapan tersebut tidak boleh hanya berujung pada orang yang kedapatan membawa emas.
"Jadi setiap penemuan yang dikembangkan tidak berhenti pada siapa yang membawa barang tapi juga dari mana barang berasal, pada siapa barang akan diserahkan dan siapa yang akan terlibat," tuturnya.
Purbaya bahkan berharap pihak yang berada di balik pengiriman emas tersebut turut ditangkap.
"Nanti juga akan dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai siapa yang mengirim," kata Purbaya.
"Saya harapkan nanti pengirim-pengirimnya ikut juga keciduk," sambungnya.
BACA JUGA:Harga BBM Tak Naik, Purbaya Ungkap Pemerintah Mulai Uji Coba Pembatasan Pertalite
Purbaya menegaskan, Bea Cukai akan terus meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi berbagai modus penyelundupan yang terus berkembang.
- 1
- 2
- »





