NASA Ungkap Fakta Gravitasi Bumi yang Menghilang

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Penampakan bumi dari Luar Angkasa (Astro_Megan via Space_Station)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah teori menghebohkan yang menyatakan gravitasi Bumi akan hilang secara tiba-tiba sempat menyebar luas di media sosial. Teori itu bahkan menetapkan waktu kejadiannya, namun NASA akhirnya memberikan penjelasan tegas untuk meluruskan kekhawatiran tersebut, dikutip dari laporan Snopes dan berbagai sumber resmi.

Teori yang beredar menyebutkan bahwa pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 21.33 WIB, gravitasi Bumi akan lenyap selama tujuh detik penuh. Konon akibatnya, segala sesuatu yang tidak tertanam kuat di tanah, termasuk manusia, hewan, air laut, hingga Bulan akan terlempar ke udara setinggi 20 meter sebelum jatuh kembali dengan dahsyat saat gravitasi kembali bekerja.

Kabar itu disertai tuduhan adanya proyek rahasia bernama "Proyek Jangkar" senilai Rp 1.300 triliun yang disiapkan pemerintah Amerika Serikat untuk menyelamatkan sebagian penduduk dari bencana tersebut. Tak heran, pencarian kata kunci terkait "gravitasi" di Google melonjak 60 persen dalam sekejap.


Menanggapi kekhawatiran yang meluas, NASA memberikan pernyataan tegas kepada situs pengecek fakta Snopes. Menurut lembaga antariksa tersebut, gravitasi Bumi terikat erat dengan massa Bumi. Selama jumlah materi penyusun Bumi tidak berubah secara mendasar, gravitasi tidak akan pernah hilang.

Pilihan Redaksi
  • NASA Sudah Temukan Jejak Alien, di Sini Lokasinya
  • Roket Elon Musk Tabrak Bulan, Buktinya Masih Dicari
  • BMKG Beberkan Waktu Gerhana Matahari Total 12 Agustus Melintas di RI

"Gravitasi Bumi ditentukan oleh massanya. Satu-satunya cara agar Bumi kehilangan gravitasi adalah jika Bumi kehilangan sebagian besar massanya. Hal itu tidak akan terjadi pada 12 Agustus 2026," tegas NASA.

Penyelusuran menelusuri asal usul kabar itu ternyata bermula dari satu unggahan di Instagram pada Desember 2025 yang dikenal menyebarkan cerita rekayasa buatan kecerdasan buatan. Dari sana, kabar itu menyebar ke TikTok, X, dan platform lain lalu berkembang menjadi teori konspirasi yang makin lama makin diada-adakan.

Kebetulan pada tanggal 12 Agustus memang terjadi sejumlah peristiwa langit seperti gerhana matahari total, susunan planet, dan puncak hujan meteorit Perseid. Para penyebar kabar bohong lalu menyambung-sambungkan peristiwa langit tersebut dengan isu hilangnya gravitasi agar terlihat seolah-olah ada hubungannya.

NASA pun meluruskan hal itu, "Gerhana matahari tidak memiliki pengaruh apa pun terhadap gravitasi Bumi. Tarikan gravitasi Matahari dan Bulan memang memengaruhi pasang surut air laut, tetapi hal itu sudah dipahami dengan baik dan dapat diprediksi ratusan tahun sebelumnya."

Tidak ada bukti adanya proyek rahasia, tidak ada gelombang gravitasi yang akan menghantam, dan tidak ada tujuh detik tanpa gravitasi. Kabar itu hanyalah cerita fiksi yang disebarkan seolah-olah benar demi menarik perhatian dan menimbulkan kepanikan. Jadi, warga dunia bisa bernapas lega karena gravitasi Bumi tetap bekerja seperti biasa.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:
Video:Jurus Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi & Jamin Keamanan Data

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengenal Sejarah Kampung Bahari, Kawasan Dekat Pelabuhan Tanjung Priok yang Jejaknya Dicap Sarang Narkoba
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Akuisisi Peralatan Pertahanan: Meredupnya Skema Pengadaan Langsung
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
2 Emiten Keluar Global Standard - Polandia Luncurkan Kapal Perang Baru
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BNPB Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa dalam Karhutla di Kukar dan Paser
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penampakan Api Besar Hanguskan Hutan Kalimantan, Asap Membubung Tinggi
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.