VIVA – Membeli smartphone baru memang terasa lebih aman. Namun, bagi konsumen dengan dana terbatas, ada strategi lain yang semakin menarik pada 2026: mencari flagship bekas berusia satu hingga dua tahun.
Alasannya sederhana. Harga flagship biasanya turun setelah generasi baru hadir, sementara kemampuan perangkat kerasnya tetap jauh di atas rata-rata smartphone kelas menengah. Dengan kondisi unit yang tepat, pembeli bisa mendapatkan layar premium, kamera lebih lengkap, chipset kelas atas, serta fitur yang biasanya belum tersedia di ponsel baru dengan harga serupa.
Namun, membeli flagship bekas tidak boleh dilakukan hanya karena melihat harga murah. Kondisi baterai, riwayat perbaikan, IMEI, layar, kamera, port pengisian daya, dan status garansi tetap harus diperiksa.
- YouTube/REKOMENTV
Perbedaan antara flagship dan kelas menengah bukan hanya terletak pada chipset. Flagship biasanya menggunakan material lebih premium, sistem kamera yang lebih lengkap, layar dengan teknologi lebih tinggi, speaker yang lebih baik, sistem getar yang lebih presisi, serta fitur konektivitas yang lebih lengkap.
Contohnya, iPhone 15 Pro yang diperkenalkan pada 2023 sudah menggunakan chip A17 Pro, layar OLED dengan ProMotion hingga 120Hz, rangka titanium, kamera utama 48MP, serta sertifikasi IP68.
Sementara itu, Galaxy S24 membawa layar Dynamic AMOLED 2X dengan refresh rate adaptif 1–120Hz dan chipset flagship Snapdragon 8 Gen 3 for Galaxy pada Galaxy S24 Ultra. Samsung juga memberikan dukungan hingga tujuh generasi pembaruan sistem operasi dan tujuh tahun pembaruan keamanan untuk seri S24.
Spesifikasi seperti itu membuat flagship lama masih memiliki relevansi kuat meskipun generasi penerusnya sudah bermunculan.
1. iPhone 15 Pro
Bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Apple dengan anggaran lebih rendah, iPhone 15 Pro bekas bisa menjadi salah satu kandidat.
Perangkat ini memiliki layar Super Retina XDR OLED 6,1 inci dengan ProMotion hingga 120Hz, chip A17 Pro, kamera utama 48MP, telefoto 3x, USB-C, serta rangka titanium.
A17 Pro juga bukan chipset yang sekadar mengejar angka benchmark. Apple merancangnya dengan GPU 6-core dan ray tracing yang dipercepat perangkat keras. Apple bahkan membawa sejumlah game kelas konsol ke iPhone 15 Pro.





