Liputan6.com, Jakarta - Tenaga kependidikan (Tendik) memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam pelayanan di lingkungan perguruan tinggi inklusif. Hal itu seperti disampaikan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Yarsi, Alabanyo Brebahama.
Dia menekankan, edukasi mengenai ragam disabilitas bagi para staf administrasi merupakan langkah yang sangat penting.
Advertisement
Menurut Alabanyo, keberhasilan pendidikan inklusif di kampus tidak hanya bertumpu pada kesiapan dosen di dalam kelas, tetapi juga bagaimana staf kependidikan melayani kebutuhan mahasiswa disabilitas dalam urusan administratif harian.
"Kalau dari segi urgensinya, ini penting dan urgent. Kenapa? Karena kalau hanya dosen yang diberikan pelatihan, pembelajaran buat mahasiswa disabilitas, itu enggak cukup. Karena kan kalau untuk tenaga kependidikan itu garda terdepan," ujar Alabanyo usai acara Pelatihan Strategi Pelayanan Prima yang Ramah Keberagaman Individu bagi Tendik Universitas Yarsi, Kamis 13 Agustus 2026.
Alabanyo menjelaskan, Tendik adalah pihak yang langsung berhadapan dengan mahasiswa dalam berbagai urusan, mulai dari urusan keuangan hingga kebutuhan akademik di luar kelas.
Hal ini mencakup pengurusan cicilan SPP, pendaftaran magang, skripsi, permohonan cuti, hingga layanan di perpustakaan. Alabanyo mengingatkan agar jangan sampai terjadi ketimpangan pelayanan di lingkungan kampus.
"Jangan sampai dosennya udah menyesuaikan proses pembelajaran akomodasi disabilitas, tapi tendiknya masih bingung apa yang perlu dilakukan ketika berhadapan dengan mahasiswa disabilitas. Jadi acara ini penting," terang dia.
Menurutnya, Tendik wajib dibekali dengan pengetahuan tentang ragam disabilitas serta tata cara memberikan bantuan yang tepat agar mahasiswa disabilitas merasa terfasilitasi dengan baik saat mengurus administrasi.




