Dirjen WHO: Ebola Berpotensi Menjadi Wabah Paling Mematikan dalam Sejarah 

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Rabu (12 Agustus) bahwa wabah Ebola yang sedang berlangsung di Republik Demokratik Kongo (DRC) berpotensi berkembang menjadi wabah paling mematikan dalam sejarah. WHO berharap dapat mengendalikan penyebaran wabah tersebut dalam waktu tiga bulan.

EtIndonesia.com  Pada 12 Agustus, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kepada wartawan bahwa jika wabah ini terus menyebar dengan kecepatan saat ini, jumlah korban jiwa akan melampaui wabah Ebola di Afrika Barat pada 2014–2016. Wabah tersebut menginfeksi sekitar 28.000 orang dan menyebabkan sedikitnya 11.000 kematian.

Wabah yang terjadi tahun ini diumumkan pada 15 Mei. Hingga kini, telah dilaporkan sedikitnya 4.300 kasus, dengan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia.

Pada 12 Agustus, WHO mengatakan pihaknya berharap dapat membalikkan tren penyebaran wabah dalam waktu tiga bulan. Namun, WHO memperingatkan bahwa target tersebut berarti mengendalikan penyebaran virus, bukan berarti wabah akan sepenuhnya berakhir.

Para pejabat kesehatan juga menunjukkan bahwa meskipun wabah tersebut baru secara resmi diumumkan pada Mei, diyakini wabah sebenarnya telah muncul setidaknya tiga bulan sebelumnya. Pada awalnya, kasus-kasus tersebut diduga salah didiagnosis sebagai malaria atau tifus.

Direktur WHO untuk Kawasan Afrika, Dr. Mohamed Janabi, mengatakan dalam konferensi pers di Kota Bunia, dekat pusat wabah: “Kami sedang mengejar virus tersebut, tetapi virus selalu berada selangkah di depan kami.”

Wabah Ebola tahun 2026 ini disebabkan oleh jenis Ebola yang langka, yaitu virus Ebola Bundibugyo. Saat ini belum ada vaksin yang disetujui atau obat yang diakui secara luas untuk mengobati jenis virus tersebut.

Ebola merupakan penyakit virus yang langka tetapi mematikan. Gejala biasanya muncul dalam waktu 2 hingga 21 hari setelah terinfeksi. Gejala awalnya mirip flu atau malaria, antara lain demam, sakit kepala, dan kelelahan. Seiring berkembangnya penyakit, penderita dapat mengalami muntah dan diare, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kegagalan organ.

Virus ini menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti darah atau muntahan.

Badan Pengawas Obat dan Produk Kesehatan Inggris (MHRA) telah memberikan persetujuan untuk melakukan uji klinis pertama pada manusia terhadap vaksin virus Ebola Bundibugyo.

Wabah tersebut terjadi di wilayah timur Republik Demokratik Kongo, yang selama ini dilanda ketidakstabilan. Kondisi tersebut semakin menyulitkan upaya pengendalian penyebaran penyakit.

Janabi mengatakan bahwa petugas kesehatan saat ini hanya mampu menjangkau sekitar 30% dari seluruh kasus.

Profesor kedokteran penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas North Carolina, Chapel Hill, Dr. David Wohl, mengatakan kepada Fox News Digital bahwa meskipun jumlah kematian di Afrika terus meningkat, ancaman Ebola terhadap masyarakat Amerika secara umum masih sangat kecil.

Ia menjelaskan bahwa penularan Ebola membutuhkan kontak fisik yang dekat dengan cairan tubuh pasien yang sakit parah atau orang yang telah meninggal.

“Virus ini tidak menyebar melalui udara di dalam sebuah ruangan,” katanya. 

Dr. Wohl mengatakan bahwa bahkan selama wabah Ebola besar-besaran di Afrika Barat pada 2014, Amerika Serikat hanya mengonfirmasi empat kasus Ebola.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), dua diantaranya merupakan kasus yang dibawa dari luar negeri, sedangkan dua kasus lainnya terjadi pada dua perawat di Dallas yang tertular ketika merawat seorang pasien Ebola.

Diterjemahkan dan dilaporkan oleh reporter Jin Hong / Editor: Li Quan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Balik Nama Jalan Daan Mogot, Ada Kisah Pahlawan yang Gugur di Usia 18
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Doktif Minta Maaf Usai Kepergok Berjualan di Ruang Sidang
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Sebagian Besar Kabupaten/Kota Jatim Diprakirakan Cerah, Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Puluhan Anak Meriahkan Kemerdekaan dengan Lomba Menggambar
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Stjepan Loncar Ungkap Beratnya Latihan Persija jakarta di Thailand
• 12 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.