Karnaval Klaten 2026 Digelar Dua Hari, 60 Kontingen Angkat Jejak Mataram Kuno

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Suasana karnaval di Kabupaten Klaten yang menampilkan atraksi dan instalasi visual bertema budaya di tengah antusiasme masyarakat yang memadati jalur karnaval. (Sumber: KompasTV Klaten/ Nanik Hastuti)

KOMPAS.TV - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah, akan menggelar Karnaval Budaya dan Karnaval Pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia serta Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten.

Rangkaian karnaval akan berlangsung selama dua hari. Karnaval Budaya digelar pada 18 Agustus 2026, dilanjutkan Karnaval Pembangunan pada 19 Agustus 2026. Kegiatan dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Para peserta akan menyusuri Jalan Pemuda dengan titik awal di depan Bank Jateng dan berakhir di panggung kehormatan depan Rumah Dinas Bupati Klaten.

Concept Director Karnaval Budaya dan Karnaval Pembangunan Kabupaten Klaten 2026, Joe Adma, saat ditemui baru-baru ini mengatakan karnaval tahun ini mengusung tema "Klaten Mandala Peradaban – Saka Sandyakala, Tumuju Cahya", yang bermakna perjalanan dari senja menuju cahaya.

"Tema karnaval tahun ini menggambarkan perjalanan yang menghubungkan jejak Mataram Kuno dengan wajah Klaten masa kini," kata Joe.

Menurut panitia, karnaval akan melibatkan 60 kontingen dari seluruh kecamatan di Kabupaten Klaten dengan jumlah peserta mencapai sekitar 4.500 orang.

Setiap kontingen akan membawa cerita, karakter, serta potensi unggulan dari wilayah masing-masing.

Baca Juga: HUT ke-75 Bank Klaten, Aset Tembus Rp580 Miliar dan Kredit Capai Rp442 Miliar

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan pemilihan tema Mataram Kuno bertujuan memperkenalkan kembali sejarah Klaten kepada masyarakat, termasuk keterkaitannya dengan peradaban Mataram Kuno.

"Dalam karnaval nanti, kami ingin menyuguhkan perspektif Kabupaten Klaten ditarik mundur masuk pada masa lampau zaman Mataram Kuno. Hal ini sangat menarik untuk diikuti, jangan sampai ketinggalan, karena ada muatan sejarahnya," ujar Hamenang.

Peserta karnaval menampilkan tarian dengan kostum tradisional penuh warna sebagai bagian dari pertunjukan budaya yang mengangkat kekayaan seni dan sejarah Kabupaten Klaten. (Sumber: KompasTV Klaten/ Nanik Hastuti)

Beragam cerita dan potensi lokal akan ditampilkan dalam karnaval. Kontingen Kecamatan Prambanan, misalnya, akan mengangkat kemegahan candi dan kisah Roro Jonggrang.

Kecamatan Kemalang akan menampilkan narasi tentang Gunung Merapi dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Sementara Kecamatan Polanharjo dan Tulung mengangkat cerita mengenai sumber air sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Potensi ekonomi dan budaya daerah juga akan ditampilkan. Kecamatan Pedan akan mengangkat kekayaan lurik, Bayat dengan gerabah dan batik, Juwiring dengan payung tradisional, serta Ceper dengan industri pengolahan logam.

Peserta karnaval berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintahan, sekolah, sanggar seni, karang taruna, kelompok tani, perajin, PKK, komunitas, pelaku wisata, hingga masyarakat umum.

Rangkaian dilanjutkan dengan Karnaval Pembangunan pada hari kedua. Konsep kedua karnaval tersebut dirancang sebagai satu rangkaian cerita yang saling terhubung.

Karnaval Budaya pada hari pertama mengusung babak "Purwaka Mataram", yang mengajak masyarakat melihat kembali akar dan fondasi peradaban.

Sementara Karnaval Pembangunan pada hari kedua mengangkat "Mahakarya Kiwari", yang menggambarkan kelanjutan semangat peradaban melalui berbagai pembangunan dan kemajuan Klaten pada masa kini.

Berbeda dengan hari pertama, Karnaval Pembangunan akan melibatkan peserta dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta pihak swasta.

Penulis : Natalia-Frederica

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Advertorial
  • Klaten
  • Karnaval
  • HUT RI 2026
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: Prasetyo Beberkan Alasan Prabowo Ajukan Destry
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Nadhea Devi Brand Manager Angkat Bicara Dituding Beri Quiz Ayat Al-Quran: Saya Bukan Wanita Baju Putih Itu!
• 2 jam laludisway.id
thumb
Karhutla Hanguskan 20 Hektare Lahan di Kukar dan Paser
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komisi III DPR Setujui 14 Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc MA
• 3 jam lalueranasional.com
thumb
Orang Tua Affan Kurniawan Imbau Tak Perlu Ada Peringatan Setahun Kematian Anaknya
• 16 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.