REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto mengklaim investasi di Indonesia tetap tumbuh di tengah ketidakpastian global. Pada semester I 2026, realisasi investasi disebut mencapai Rp 1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
“Alhamdulillah, karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada pemerintah, di tengah ketidakpastian global, investasi tetap tumbuh,” kata Prabowo dalam pidato kenegaraan di Ruang Sidang DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga
BI: Pembiayaan Syariah Jadi Kunci Strategis Dorong Investasi dan Ekspansi Korporasi
Prabowo tak Duduk Berdampingan dengan Gibran di Sidang Kabinet Paripurna, Ini Penjelasan Istana
Paripurna DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia
Prabowo mengatakan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp 1.931 triliun. Investasi tersebut menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.
Sementara itu, pada semester I 2026, realisasi investasi mencapai Rp 1.010 triliun dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja. Menurut Prabowo, capaian investasi harus dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat. Ia menegaskan investasi bukan sekadar soal besarnya modal yang masuk, tetapi harus memberikan manfaat berupa lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Prabowo juga menegaskan setiap investasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui penciptaan pekerjaan. “Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan. Setiap kebijakan harus memperbaiki kehidupan rakyat. Itulah orientasi Pemerintah yang saya pimpin,” kata Prabowo.
Ia menyebut perekonomian nasional tetap tumbuh di tengah konflik geopolitik, perang dagang, gangguan rantai pasok, dan tekanan ekonomi global.