Kebakaran di Kawasan Bromo Padam, TNI-BPBD Siapkan Pembasahan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo dilaporkan telah padam pada Jumat (14/8) pagi. Kebakaran yang berlangsung selama 12 hari tersebut menghanguskan sekitar 1.120 hektare lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan seluruh titik api telah padam berdasarkan hasil pemantauan melalui kamera drone dan tim darat. Petugas juga tidak lagi menemukan titik api maupun kepulan asap.

"Hasil pemantauan melalui CCTV Bromo tidak terlihat adanya titik api baru maupun kepulan asap," kata Satriyo saat dikonfirmasi.

Selama 12 hari, tim gabungan melakukan penyisiran di sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan tidak ada titik api maupun sisa bara yang masih aktif.

Proses pemadaman dilakukan secara manual dengan teknik gepyok, yakni memukul titik api menggunakan peralatan hingga api padam. Petugas juga mengerahkan power sprayer gendong (blower sprayer), mobil pemadam kebakaran, kendaraan taktis Komodo, serta mobil tangki air ke area yang dapat dijangkau.

Upaya Pembasahan Kawasan

Meski api telah dinyatakan padam, tim gabungan dari darat dan udara masih bersiaga. Penanganan akan dilanjutkan pada Jumat (14/8) dengan melakukan pembasahan di seluruh kawasan TNBTS yang sebelumnya terdampak kebakaran sejak Senin (3/8).

Tiga unit helikopter juga masih berada di Lanud Abdul Rachman Saleh untuk mendukung operasi water bombing atau pemboman air guna membasahi lahan yang terdampak.

"Target pembasahan seluruh kawasan. Rencana water bombing Jumat ini, sasaran operasi water bombing untuk melakukan pembasahan pascakebakaran, sekaligus mengidentifikasi titik api maupun kepulan asap yang masih terpantau melalui pemantauan udara," ujar Satriyo.

Menurut dia, tiga helikopter tersebut direncanakan melakukan operasi water bombing di wilayah Seruni Bromo, Bukit Kingkong, dan Bukit Cinta apabila hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat titik api aktif atau kepulan asap.

"Apabila hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat titik api aktif atau kepulan asap, operasi water bombing akan diarahkan ke titik sasaran tersebut," imbuhnya.

Berdasarkan pendataan sementara BPBD, sekitar 1.120 hektare lahan di kawasan TNBTS terbakar. Area terdampak tersebar di empat kabupaten, yakni Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan.

TNI Tetap Pantau

Sementara itu, Kapenrem 083/Bhaladika Jaya selaku Dansektor Penanganan Karhutla, Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan, mengatakan sejak Jumat pagi tidak ditemukan titik api berdasarkan pemantauan tim darat maupun udara.

Petugas gabungan juga mengerahkan pesawat nirawak atau drone dari Pusat Geospasial TNI AU untuk memantau potensi hotspot atau titik panas yang dapat berkembang menjadi titik api.

"Pagi ini situasi kita sampaikan titik panas atau hotspot belum ada titik api yang kita temukan. Hotspot yang kami curigai atau kami waspadai dan kami laksanakan pendinginan dan pembasahan itu ada delapan titik spot," kata Wahyu saat ditemui di kawasan TNBTS.

Delapan titik panas tersebut tersebar di wilayah Seruni Point, Kabupaten Probolinggo, sebanyak dua titik, serta enam titik lainnya berada di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Petugas tetap melakukan pembasahan dari darat maupun udara hingga dipastikan tidak ada lagi titik panas yang berpotensi memicu kebakaran.

Pemantauan juga akan terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dari sisa-sisa area yang terdampak kebakaran.

"Pemantauan termasuk pencarian potensi hotspot yang berpotensi menjadi fire spot atau titik api. Bukan berarti sampai hari Jumat saja, dalam beberapa hari ke depan tetap kami laksanakan dari sisa-sisa wilayah yang terdampak. Walaupun tidak ada titik api, tetap kami laksanakan patroli melihat potensi hotspot atau titik panas yang bisa berpotensi menjadi titik api," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wardah A.M Club Ajak Perempuan Temukan Sunscreen Sesuai dengan Gaya Hidup Aktif
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Kualitas Udara Palembang Tak Sehat, Warga Diminta Waspadai Kabut Asap Malam hingga Pagi
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Pramono Dukung Penuh BNN Berantas Narkoba di Kampung Bahari
• 19 jam laludetik.com
thumb
Haedar Nashir: Pers Harus Tetap Jadi Penjaga Kebenaran di Tengah Disrupsi Medsos
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Pelindo Terminal Petikemas dan Pelindo Regional 3 Gelar Uji Emisi di TTL dan TPS ke 100 Truk
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.