Presiden Prabowo Tegaskan Negara Harus Memudahkan Rakyat

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan negara harus hadir untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, bukan justru menambah kesulitan. Presiden juga meminta pembenahan birokrasi dilakukan hingga tingkat pemerintah daerah agar program pemerintah dapat benar-benar dirasakan rakyat.

"Negara harus memudahkan rakyat, bukan mempersulit. Kalau saya bicara bukan hanya bicara soal pemerintah pusat, justru saya bicara juga untuk pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten," kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Baca Juga :

Presiden Prabowo Sebut Mulai Juli 2026 Indonesia Tidak Lagi Impor Solar
 
Prabowo menyoroti pelaksanaan program pemerintah yang dinilai belum selalu sampai kepada masyarakat. Ia meminta pemerintah melihat persoalan tersebut dari sudut pandang rakyat sebagai penerima manfaat.

"Tanya rakyat, mereka yang pertama akan menyampaikan bahwa sering program-program tidak sampai ke rakyat," jelas Presiden.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya pembenahan birokrasi, baik di tingkat pusat maupun daerah. Soroti birokrasi berbelit
Prabowo mengatakan birokrasi tidak boleh menghambat keputusan yang baik. Ia mengakui masih terdapat persoalan birokrasi yang berbelit-belit dan tidak bekerja secara efisien.

"Birokrasi tidak boleh menghambat keputusan yang baik. Kita harus mengakui masalah bangsa kita antara lain birokrasi yang berbelit-belit, birokrasi yang tidak bekerja dengan efisien," ungkap Presiden.

Ia juga menyoroti penyalahgunaan jabatan dan kewenangan oleh oknum birokrat untuk memperkaya diri, keluarga, maupun kelompok. "Para birokrat yang sering menggunakan jabatan dan wewenangnya untuk memperkaya diri, memperkaya keluarganya dan kelompoknya, ini harus kita berantas," tegasnya.


Presiden juga menilai persoalan birokrasi tidak perlu ditutupi, terutama di tengah perkembangan era digital dan keterbukaan informasi. Ia mendorong persoalan tersebut diselesaikan secara bersama-sama.

"Bukan kita tutup-tutupi, era sekarang era digital dan era informasi, tidak ada gunanya untuk kita tutup-tutupi. Justru kita harus selesaikan masalah ini," kata Presiden.

Prabowo mengatakan penyelesaian persoalan birokrasi membutuhkan persatuan di antara para pemimpin dan kelompok politik. Menurut dia, birokrasi yang tidak efisien dan korup dapat berdampak serius terhadap suatu bangsa.

"Dan ini memerlukan persatuan di antara semua pemimpin dan kelompok politik, karena birokrasi yang tidak efisien, birokrasi yang korup akan menghancurkan suatu bangsa," ujar Prabowo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Korban Tewas Tertimbun Longsor Tambang Emas di Pohuwato Dimakamkan, Ini Identitasnya
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Masih Ingat Dinna Olivia, Artis Cantik Pemain 30 Hari Mencari Cinta? Penampilannya di Usia 43 Tahun Jadi Sorotan
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Persib Belum Full Tim Jelang Hadapi Sabah FC di Laga Uji Coba, Igor Tolic: Masih Libur Usai Bela Timnas Indonesia
• 48 menit lalutvonenews.com
thumb
Gudang di kawasan Kelapa Dua Jakbar terbakar
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Kembali Dipercaya Kawal Gawang Ajax, Ini Alasan Pelatih Geser Marc-Andre Ter Stegen
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.