Seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bernama Bayu Zulkarnain diduga terjatuh ke Sungai Cisadane, Cipaku, Bogor Selatan, Jawa Barat belum ditemukan. Korban diduga terjatuh saat pulang kerja.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Cipaku, Bogor Selatan. Saat itu korban melintas usai pulang kerja.
"Pulang kerja. Kebetulan pegawai ASN Pemkot Bogor di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko saat dihubungi detikcom, Jumat (14/8).
Korban diduga terjatuh saat melewati jembatan curam. Lokasi ini juga kerap dilintasi korban sehari-hari.
"Ya, kalau kronologinya ini kan kalau dilihat kan memang jembatan jalur motor ya, memang turunannya ini agak cukup curam. Posisinya cuma kan sehari-hari memang beliau pulang perginya memang melalui jalur jembatan ini," ucapnya.
Tiko menduga karena curam tersebut, korban terjatuh ke sungai. Dugaan dikuatkan dengan kondisi motor tergeletak di atas jembatan, juga tas korban yang mengambang di sungai.
"Posisinya mungkin ya qadarullah. Qadarullah pada saat kejadian kemarin di posisi turunan ujung jembatan mungkin ya yang terjatuh seperti itu," tambahnya.
Motor Korban Tergeletak di JembatanTiko mengatakan tas korban ditemukan mengambang radius 100 meter dari titik terjatuh. Kemudian motor korban berada di atas jembatan dengan posisi tergeletak.
"Motornya ditemukan di atas tergeletak, terus helm dan tasnya itu ada di muka air sekitar 100 meter dari dugaan titik jatuh," jelasnya.
Tiko mengatakan proses pencarian masih dilakukan di hari kedua hari ini. Sebanyak 70 personel dikerahkan dari unsur BPBD, Basarnas, Polisi, Damkar, Tagana juga masyarakat dalam pencarian korban.
"Nah, ini sedang dilakukan proses penyelamatan oleh tim selam gabungan. Ada dari Damkar, ada dari Basarnas, ada dari BPBD. Terus yang kedua dibagi juga menjadi tim sisir darat. Ada tim sisir darat mengecek jaring yang sudah dipasang dan kebetulan radius sekitar 100 sampai dengan 200 meter itu masih ada jaring alam," ungkapnya.
"Jadi masih banyak bebatuan dan segala macam. Jadi ada tim sisir darat atau visualisasi darat dan juga ada tim selam. Kita optimalkan berbagai sumber lah. Mudah-mudahan hari ini proses pencariannya bisa membuahkan hasil," tambahnya.
(dvp/yld)




