Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai Presiden Prabowo Subianto telah membangun optimisme kepada masyarakat selama menjalankan pemerintahan.
Menurutnya, optimisme tersebut juga harus berjalan seiring dengan keyakinan atau kepercayaan publik agar dapat benar-benar terealisasi di lapangan.
“Yang pasti ya, Presiden membangun optimisme ya kepada semua kita sebagai warga negara bangsa ini. Ya mudah-mudahan optimisme Presiden itu berjalan sebagaimana yang kita harapkan bersama ya,” kata Surya usai menghadiri Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Surya mengatakan optimisme yang dibangun Prabowo merupakan hal positif. Menurut dia, sikap optimistis diperlukan agar pemerintah dan masyarakat dapat menghadapi berbagai persoalan yang ada.
“Itu harapan kitalah. Presiden sudah bangun optimisme ini, problem apa pun seakan-akan mampu kita hadapi. Itu satu hal yang perlu kita garis bawahi,” ujarnya.
“Menurut saya itu baik, karena bagaimanapun lebih bagus optimis daripada pesimis atau skeptis,” sambung Surya.
Meski demikian, Surya menekankan optimisme tidak cukup hanya disampaikan. Ia menilai hal yang lebih penting adalah memastikan optimisme tersebut dapat diwujudkan.
“Tapi intinya kan, bagaimana optimisme ini bisa terealisasikan sedemikian rupa di lapangan? Jangan jadi hal yang barangkali memerlukan koreksi-koreksi lagi, ya kan? Artinya, realisasinya tidak sedemikian rupa,” kata Surya.
Menurut Surya, salah satu tantangan utama pemerintah adalah membangun kepercayaan atau trust publik. Ia menilai kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting agar optimisme yang dibangun pemerintah dapat berjalan secara beriringan dengan dukungan publik.
“Ya bagaimanapun juga adalah keyakinan untuk membangun trust. Membangun trust. Ya membangun trust itu penting sekali. Optimisme harus seiring dengan dukungan trust, keyakinan publik. Itu penting sekali. Itu yang perlu kita ingat. Ya mudah-mudahan itu akan berjalan seiring,” tutur dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, dalam 21 bulan masa kepemimpinannya, ia memang belum menunaikan seluruh janjinya. Tapi, katanya, ia telah membuktikan bahwa ia dan seluruh unsur lembaga pemerintah telah bekerja dengan didasari hati yang tulus.
“Saya belum bisa katakan bahwa seluruh persoalan telah selesai, atau bahwa seluruh janji telah tertunaikan, belum,” kata Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR 2026 di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
“Tapi kurang dari 2 tahun kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras yang didasari dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit dapat kita mulai selesaikan,” ujarnya.
Katanya, selama 663 hari masa kepemimpinannya, pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif.
“Artinya, kita bisa katakan, kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap hari,” kata Prabowo.





